Generasi.co, NEW YORK – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengangkat pengalaman Indonesia membangun perdamaian di Aceh dan Maluku sebagai pembelajaran bagi upaya pembangunan perdamaian dunia.
Sugiono mengatakan pengalaman di dua wilayah tersebut menunjukkan pentingnya dialog yang berkelanjutan dan inklusif antarkomunitas untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga persatuan nasional.
“Pengalaman Indonesia di Aceh dan Maluku menunjukkan bagaimana dialog yang berkelanjutan dan inklusif antarkomunitas dapat memulihkan kepercayaan dan menjaga persatuan nasional,” kata Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Pembangunan Perdamaian (PBC) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis waktu setempat.
Menurut Sugiono, pembangunan perdamaian merupakan investasi jangka panjang yang dimulai dari pencegahan dan berlanjut hingga pemulihan serta rekonsiliasi. Pada setiap tahapan, pembangunan perdamaian perlu memperkuat institusi nasional dan tatanan sosial sebagai fondasi perdamaian yang berkelanjutan.
“Pembangunan perdamaian akan berjalan paling efektif ketika dipimpin dan dimiliki oleh negara yang bersangkutan,” ujarnya.
Sugiono mengatakan PBC memiliki peran mendukung negara melalui keahlian, dukungan politik, dan sumber daya. Komisi tersebut juga dapat membantu menerjemahkan prioritas pembangunan perdamaian nasional menjadi dukungan internasional yang berkelanjutan dan terpadu.
Untuk memperkuat peran tersebut, Sugiono mendorong PBC memberikan nasihat strategis yang lebih kuat serta meningkatkan koherensi dengan pekerjaan Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan PBB, dan Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC).
Ia juga mendorong PBC memanfaatkan pengalaman berbagai negara, termasuk negara-negara Global South, dalam rekonsiliasi, pembangunan institusi, pemulihan, dan pencegahan konflik.
Sugiono turut menekankan pentingnya pemanfaatan data dan teknologi secara lebih optimal untuk mendukung respons pembangunan perdamaian yang lebih terarah dan efektif.
“Indonesia akan terus bekerja sama dengan PBC dan seluruh mitra untuk semakin mendekatkan kita pada tujuan tersebut,” kata Sugiono.










