Generasi.co, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi yang mencakup wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan aktivasi tersebut menjadi langkah awal untuk mengoperasikan dapur-dapur SPPG yang telah memenuhi kesiapan. Pembukaan dapur akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan wilayah.
“Ini adalah awalan kita membuka, mengaktivasi dapur-dapur yang sudah siap,” kata Sudaryono dalam keterangan pers, Jumat (2/10/2026).
Sudaryono mengatakan masih banyak dapur SPPG yang siap dioperasikan di wilayah yang membutuhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, BGN berencana membuka dapur baru di sejumlah wilayah lain.
“Apakah akan ini saja? Enggak. Setelah ini kami harapkan minggu depan kami buka di Kalimantan, kami buka di Bali, kami buka di Sumatra, kami buka di tempat-tempat yang memang stunting-nya tinggi dan 3T,” tuturnya.
Menurut Sudaryono, BGN saat ini telah memiliki 27.022 dapur SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Ia mengatakan angka tersebut tercapai dalam waktu sekitar dua bulan sejak dirinya menjabat sebagai Kepala BGN pada Juli 2026.
“Kurang lebih dua bulan saya menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Saat ini sudah berjalan 27.022 dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia,” katanya.
Sudaryono mengatakan perluasan SPPG dilakukan sebagai respons terhadap berbagai aspirasi yang diterima BGN. Masukan tersebut datang dari mitra, SPPG, kader yang bertugas di dapur, hingga sekolah.
“Kami telah menerima banyak aduan, banyak masukan, banyak email, banyak surat dari macam-macam, termasuk masukan dari sekolah-sekolah. Jadi banyak sekali yang memang masih ingin adanya MBG di daerahnya,” jelasnya.
BGN akan melanjutkan aktivasi dapur SPPG di wilayah lain secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kesiapan yang ada.










