Ferry Jadikan Koperasi Masjid di Gresik Percontohan Ekonomi Syariah

Menteri Koperasi (Menkop) RI Ferry Juliantono/IG

Generasi.co, GRESIK – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyiapkan Koperasi Masjid Akbar Moed’Har Arifin di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sebagai percontohan pengelolaan koperasi modern berbasis masjid. Model ini akan dikembangkan melalui kolaborasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), dan koperasi masjid untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.

Ferry mengatakan, Masjid Akbar Moed’Har Arifin akan menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah melalui integrasi ketiga jenis koperasi tersebut.

“Di Gresik, tempat ini (Masjid Akbar) akan kita gunakan sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah dengan kolaborasi antar Kopdes Merah Putih, Kopontren, dan koperasi Masjid,” kata Ferry saat kunjungan kerja untuk menyosialisasikan program Kopdes Merah Putih kepada pimpinan pondok pesantren di Jawa Timur, Jumat (16/10).

Kementerian Koperasi juga berencana menjadikan koperasi tersebut sebagai pusat pembelajaran dan pelatihan bagi pengelola koperasi masjid di berbagai daerah. Menurut Ferry, fondasi kelembagaan dan penerapan manajemen modern di Koperasi Masjid Akbar Moed’Har Arifin mendukung pengembangan model tersebut.

“Dari peran koperasi masjid, secara manajemen sangat cocok sekali dijadikan tempat pelatihan untuk koperasi Masjid Indonesia dan juga modern,” ujarnya.

Ferry turut mendorong koperasi masjid yang telah menjalankan usaha di Gresik untuk memiliki badan hukum. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kepastian kelembagaan, meningkatkan akuntabilitas, dan membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas.

Integrasi Kopdes Merah Putih, Kopontren, dan koperasi masjid diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi, memperkuat distribusi kebutuhan pokok, serta meningkatkan kontribusi koperasi dalam mendukung ketahanan pangan.

Dukungan terhadap rencana tersebut datang dari Koperasi Masjid Akbar Moed’Har Arifin yang berada di bawah naungan Yayasan Polowijo Gosari Group. Koperasi itu menyatakan siap bekerja sama dengan Kementerian Koperasi untuk memperkuat jaringan distribusi kebutuhan masyarakat.

Corporate Communication PT Polowijo Gosari Muhammad Rizqi mengatakan, koperasi masjid tersebut siap mendukung penyaluran berbagai kebutuhan, termasuk minyak goreng, pupuk, dan komoditas lainnya melalui skema distribusi bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kemenkop juga berharap pupuk produksi Polowijo Gosari bisa disalurkan di Kopdes Merah Putih dalam sumbangsih ketahanan pangan program Presiden Prabowo Subianto,” ujar Rizqi.

Ia mengapresiasi perhatian Menteri Koperasi terhadap kontribusi PT Polowijo Gosari dalam mendukung program pemerintah, terutama penguatan ketahanan pangan nasional. Menurut Rizqi, keterlibatan pelaku usaha dalam jaringan koperasi dapat memperluas jangkauan distribusi produk dan mendekatkan pasokan kepada masyarakat.

Rizqi menjelaskan, meskipun pupuk produksi perusahaannya bukan pupuk bersubsidi, PT Polowijo Gosari turut berpartisipasi dalam program bantuan pemerintah melalui penyaluran pupuk kepada Kementerian Pertanian.

“Walaupun pupuk yang kita produksi bukan pupuk bersubsidi. Namun, kita juga ikut partisipasi untuk membantu dan mendistribusikan dalam bentuk pupuk bantuan pemerintah ke Kementerian Pertanian,” pungkasnya.