Menkop Ferry Juliantono Bangun Ekosistem Baru: Pesantren Produksi, Koperasi Desa Distribusi

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono/IG

Menteri Koperasi (MenKop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah untuk menata ulang struktur ekonomi nasional agar lebih berpihak kepada rakyat. Salah satu strategi utamanya adalah membangun ekosistem bisnis baru berbasis koperasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (11/2), Ferry membagikan visinya mengenai peran strategis koperasi pesantren dan koperasi desa dalam rantai pasok nasional.

“Negara kembali hadir untuk menata arah dan praktik ekonomi kita agar semakin berpihak pada rakyat,” tulis Ferry.

Pesantren Sunan Drajat Jadi Percontohan

Ferry mencontohkan potensi besar yang dimiliki oleh Pondok Koperasi Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur. Ia mengaku telah meninjau langsung produksi garam yang dikelola oleh koperasi pesantren tersebut.

Menurutnya, kualitas garam produksi santri sudah sangat baik dan memenuhi standar pasar. Hal ini membuktikan bahwa koperasi pesantren siap masuk ke dalam rantai distribusi logistik yang lebih luas.

“Inilah contoh bagaimana koperasi pesantren bisa menjadi bagian penting dari ekosistem bisnis baru yang sedang kita bangun,” ujarnya.

TORASERA Kubu Raya Jadi Hub Distribusi

Dalam skema ekonomi baru ini, pemerintah tengah menggalakkan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Agar berjalan efektif, koperasi-koperasi ini membutuhkan pusat distribusi (hub) atau agregator yang disebut sebagai koperasi sekunder.

Ferry menunjuk TORASERA (Toko Rakyat Serba Ada) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebagai model ideal untuk peran agregator tersebut.

“Setelah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki gudang, gerai, dan perangkat operasional yang lengkap, maka dibutuhkan hub yang memastikan suplai barang berjalan lancar. Di Kabupaten Kubu Raya, TORASERA kita dorong menjadi modelnya,” jelas Ferry.

Replikasi Nasional

Politikus Partai Gerindra ini berencana mereplikasi model integrasi antara produksi (seperti di Sunan Drajat) dan distribusi (seperti TORASERA) ke seluruh wilayah Indonesia.

Ia optimistis langkah ini akan menciptakan kekuatan ekonomi yang berakar kuat dari desa namun berdampak nasional.

“Dari desa, oleh desa, untuk kekuatan ekonomi nasional. Inilah langkah nyata membangun ekosistem ekonomi baru berbasis koperasi yang kuat, efisien, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.