Gempa M7 NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 68 Orang

Gempa M7 NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 68 Orang/X

Generasi.co, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat gempa magnitudo 7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 68 orang. Selain itu, sebanyak 213 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan data korban masih terus diperbarui seiring proses pencarian dan evakuasi di wilayah terdampak.

“68 jiwa yang meninggal,” kata Berton dalam konferensi pers, Senin (17/8/2026).

Ia mengatakan BNPB masih memantau perkembangan jumlah korban dan akan melaporkan kembali jika ditemukan korban lainnya.

“Jumlah luka-luka saat ini ditemukan 213 jiwa,” ucapnya.

Korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Manggarai Timur hingga Kabupaten Ngada.

Data tersebut meningkat dibandingkan laporan sementara BNPB pada Minggu (16/8) pukul 16.00 WIB yang mencatat 53 korban meninggal. Saat itu, korban tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang, dan Ende 2 orang.

Pada data sementara tersebut, jumlah korban luka tercatat 137 orang. Petugas gabungan melakukan evakuasi dan perawatan terhadap korban di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat.

Kerusakan akibat gempa juga tercatat di sejumlah wilayah NTT. Hingga Minggu sore, sebanyak 1.543 rumah mengalami rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, yakni 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, dan 76 kantor pemerintahan.

Sementara itu, pendataan warga yang mengungsi masih berlangsung. Hingga Minggu (16/8), tercatat 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa mengungsi secara mandiri.

Gempa susulan juga masih terjadi. BNPB mencatat 995 gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan masyarakat.

Kepala BNPB bersama jajaran menteri dan pejabat terkait telah berada di lokasi terdampak untuk mempercepat penanganan darurat. Pencarian dan pertolongan korban menjadi fokus utama, sementara kebutuhan masyarakat yang mengungsi juga terus dipenuhi.

Pemerintah telah menyalurkan bantuan melalui jalur darat dan udara. Sebanyak 4.925 paket logistik dari pemerintah pusat telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8) setelah dikirim melalui Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdana Kusuma.

Bantuan tersebut dialokasikan untuk Kabupaten Manggarai Barat 550 paket, Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, Ngada 550 paket, Nagekeo 550 paket, Sikka 1.000 paket, dan Ende 725 paket.

BNPB juga mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk mengoordinasikan penanganan darurat gempa M7,7 di NTT. Posko taktis juga akan diaktifkan di Kota Maumere.