Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah di Indonesia selesai direnovasi pada 2029 seiring percepatan digitalisasi pendidikan yang menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Prabowo mengatakan pemerintah akan menyelesaikan renovasi 77 ribu sekolah pada 2026. Target tersebut akan meningkat menjadi 100 ribu sekolah pada 2027 dan kembali 100 ribu sekolah pada 2028.
“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh, tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita. Tahun ini kita akan selesai 77 ribu sekolah renovasi, tahun depan target kita 100 ribu, tahun 2028 100 ribu. Kita berharap di 2029 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
Presiden menjelaskan digitalisasi pendidikan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan di Indonesia yang memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, termasuk di wilayah terpencil.
“Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil, salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” katanya.
Menurut Prabowo, upaya tersebut telah mendapat pengakuan internasional. Indonesia menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Telecommunication Union (ITU) dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.
Untuk mendukung transformasi pembelajaran, pemerintah melanjutkan distribusi interactive flat panel atau layar pintar ke sekolah-sekolah. Setelah tahun lalu setiap sekolah menerima satu unit, pemerintah akan menambah tiga unit lagi untuk setiap sekolah.
“Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pinter atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia. Akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” ujarnya.
Presiden juga menyebut aplikasi Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah terintegrasi dengan interactive flat panel yang dibagikan ke sekolah.
“Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan interaktif flat panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar,” kata Prabowo.
Ia menegaskan percepatan digitalisasi pembelajaran dan pemerataan infrastruktur pendidikan ditujukan agar setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas, tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya.










