Generasi.co, Tangerang – Program Studi Food Technology, Faculty of Life Sciences and Technology, Swiss German University (SGU), bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Hokkaido University, Jepang, berkolaborasi mengembangkan kebijakan Sinergizi, Rabu (14/10/2026).
Inisiatif ini mengintegrasikan inovasi teknologi pangan, peningkatan gizi masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal agar program pemenuhan gizi pemerintah juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
Sinergizi dirancang sebagai kebijakan yang akan dituangkan dalam peraturan bupati untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi di bidang pangan, gizi, dan pertanian.
Sebagai bagian dari pengembangannya, SGU melakukan uji coba (piloting) dengan memanfaatkan inovasi bumbu tabur tinggi protein berbahan dasar tempe semangit yang dikembangkan oleh SGU.
Produk tersebut selanjutnya akan diformulasikan kembali menggunakan bahan pangan lokal Kabupaten Tangerang.
Tidak hanya berfokus pada kandungan gizi, pengembangan ini juga mengutamakan pemanfaatan potensi pangan daerah dan pelibatan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam proses pengolahan produk.
Melalui pendekatan ini, belanja pemerintah untuk pemenuhan gizi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Penggunaan produk berbahan lokal berpotensi meningkatkan permintaan terhadap hasil pertanian dan pangan setempat, sekaligus membuka peluang usaha serta pendapatan bagi masyarakat yang terlibat dalam rantai produksinya.
Dengan demikian, upaya meningkatkan gizi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.
Untuk mendukung pengembangan kebijakan tersebut, SGU dan Pemerintah Kabupaten Tangerang turut melibatkan Hokkaido University, yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan ekosistem pangan berbasis potensi lokal di Jepang.
Pengalaman tersebut menjadi referensi dalam merancang pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Tangerang, khususnya dalam menghubungkan riset, kebijakan pemerintah, dan pemanfaatan sumber daya pangan lokal.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, delegasi melakukan kunjungan ke Jepang pada 1–7 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut mencakup diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) bersama Faculty of Agriculture, Faculty of Global Food Resources, dan Pemerintah Kota Sapporo.
Diskusi ini bertujuan mempelajari kebijakan pertanian serta tata kelola penyediaan pangan untuk mendukung program pemerintah.
Delegasi juga berdiskusi dengan para profesor Hokkaido University untuk menjajaki pengembangan Kabupaten Tangerang sebagai living lab bagi penelitian dan pengembangan inovasi yang dilaksanakan bersama SGU.
Melalui konsep living lab, Kabupaten Tangerang diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk menguji dan menerapkan solusi berbasis riset dalam menjawab tantangan di bidang pangan, gizi, dan pertanian, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam hal ini, SGU berperan menghubungkan keahlian akademik dan inovasi teknologi pangan dengan kebutuhan pembangunan daerah, serta mendukung pelaksanaan kolaborasi penelitian bersama Hokkaido University.
Pengembangan Sinergizi merupakan bagian dari proyek kerja sama yang didanai melalui LPDP sebesar Rp1,2 miliar untuk periode Juni 2026 hingga Juni 2027.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memberikan dukungan pendanaan program pendamping sebesar Rp1,2 miliar.
Sementara itu, kolaborasi strategis antara SGU, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Hokkaido University direncanakan berlangsung dalam kerangka roadmap lima tahun hingga 2031.
Melalui kolaborasi ini, SGU terus mendorong pemanfaatan riset dan inovasi untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Sinergizi diharapkan menjadi salah satu model pengembangan kebijakan pangan yang mengintegrasikan peningkatan gizi, pemanfaatan potensi lokal, dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.










