BGN Temukan Yayasan Minta Setoran dari Mitra Dapur MBG

Kepala BGN Sudaryono/Presiden RI

Generasi.co, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap adanya yayasan yang meminta setoran uang kepada mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan jumlah ompreng yang disalurkan. Menurut Sudaryono, yayasan tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap operasional maupun pembinaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Temuan itu, kata Sudaryono, terjadi pada mitra yang telah membangun dapur SPPG. Mitra kemudian diminta menyetorkan sejumlah uang untuk setiap ompreng yang disalurkan.

“Adanya mitra yang kemudian sudah membangun dapur itu, diminta untuk menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan, di mana yayasan ini tidak melakukan apa pun, tidak memiliki kontribusi apa pun, tidak juga aktif di dapur, tidak melakukan pembinaan, tidak mempunyai kontribusi apa pun terhadap jalannya dapur SPPG yang dinaungi oleh yayasan tersebut,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Sudaryono, praktik tersebut perlu ditindaklanjuti karena pungutan dapat menambah beban pengelolaan dapur MBG. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.

Ia menegaskan anggaran MBG harus dimaksimalkan untuk menghasilkan makanan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan gizi.

“Intinya kami ingin pelaksanaan MBG ini betul-betul uang yang tersalurkan itu dikonversi menjadi menu makanan yang kualitasnya baik dan diterima dengan baik, kandungan gizinya baik, pertanggungjawabannya baik, akuntabilitasnya baik dan transparan,” kata Sudaryono.

BGN, lanjut dia, telah menyediakan dua portal registrasi, yakni Portal Yayasan dan Portal Mitra. Fasilitas tersebut dapat digunakan mitra untuk mengajukan yayasan baru.

Mitra yang merasa dirugikan juga dapat menyampaikan bukti-bukti terkait persoalan yang dialami selama menjalankan kerja sama dengan yayasan.

BGN akan memproses pengajuan tersebut sesuai dengan ketentuan dan mekanisme registrasi yang berlaku.

“Kami memberikan ruang kepada mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan yang menaunginya, terutama apabila yayasan tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap jalannya dapur,” pungkas Sudaryono.