Generasi.co, BANGLI – Sejumlah pekerja tukang batu alam di Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Bangli, mengembangkan usaha peternakan sebagai sumber pendapatan tambahan dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Salah satunya Wayan Budiasa yang bekerja sebagai tukang batu alam sekaligus menjalankan usaha pertanian dan peternakan di rumah. Budiasa telah tiga kali mengakses KUR BRI untuk membeli bibit sapi dan mengembangkan usaha peternakan.
“Selain kerja di sini, saya punya usaha lain seperti pertanian, sawah, memelihara sapi dan babi. Itu untuk menunjang kehidupan dan menanggung beban anak-anak,” kata Budiasa.
Pada pembiayaan pertama, Budiasa memperoleh sekitar Rp25 juta. Dua pembiayaan berikutnya masing-masing sekitar Rp50 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli dan memelihara sapi serta babi.
“Yang pertama untuk usaha beli sapi, yang kedua untuk membeli dan memelihara babi,” ujarnya.
Saat ini Budiasa lebih fokus memelihara sapi. Ia sebelumnya sempat memelihara babi, tetapi memilih berhenti sementara dan menjaga kebersihan kandang.
Sapi dipelihara hingga mencapai ukuran yang siap dijual. Salah satu sapi betina miliknya pernah terjual sekitar Rp9 juta hingga Rp10 juta.
Hasil penjualan ternak kemudian digunakan kembali untuk mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.
“Kalau untuk sambilan, sudah dapat untung dari harga jualnya, pakan sudah terganti, sisanya untuk kebutuhan keluarga,” kata pria tiga anak itu.
Pemilik usaha batu alam I Nengah Mudiarsa mengatakan dirinya mendorong para pekerja untuk memiliki usaha produktif di luar pekerjaan utama. Menurut dia, peternakan dapat menjadi pilihan karena bisa dikelola di rumah tanpa mengganggu pekerjaan sebagai tukang.
“Kalau punya usaha sambilan, penghasilan jangan sampai habis untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa disisihkan untuk usaha, misalnya ternak,” ujar Mudiarsa.
Para pekerja di usaha tersebut juga telah memanfaatkan KUR BRI untuk membeli bibit ternak. Beberapa di antaranya bahkan telah mengakses pembiayaan hingga tiga kali dengan nilai yang disesuaikan kebutuhan usaha.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan BRI mendorong pelaku usaha mikro dan kecil memanfaatkan pembiayaan secara produktif untuk mengembangkan usaha sesuai potensi yang dimiliki, termasuk peternakan rakyat.
“Pembiayaan KUR kami dorong untuk digunakan secara produktif, sehingga tidak hanya membantu menambah modal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Hery.










