Sudaryono Soroti Kepatuhan Rendah, Minta Dapur MBG Disidak Harian

Kepala BGN Sudaryono/Presiden RI

Generasi.co, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memerintahkan jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari.

Instruksi itu ditujukan kepada jajaran Koordinasi Lapangan (Korwil), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Area Kerja (Karek), hingga Koordinator Kecamatan (Korcam). Sudaryono mengatakan langkah tersebut diperlukan karena tingkat kepatuhan internal dinilai masih rendah.

“Jujur dan saya di apel ini memerintahkan kepada seluruh jajaran KPPG dan ke bawah, Korwil, Karek, dan juga Korcam. Saya minta setiap apel itu Korwil berada di salah satu dapur dan melakukan sidak,” ujar Sudaryono dalam akun Instagram @sudaru_sudaryono, Minggu (4/10/2026).

Sudaryono juga meminta Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN memastikan pejabat terkait berada di dapur saat apel. Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan setelah ada teguran atau sidak dari pusat.

Ia menilai mayoritas pegawai dan petugas BGN telah bekerja dengan baik. Namun, ulah segelintir oknum dinilai dapat memunculkan kesan seolah-olah seluruh sistem berjalan buruk dan memengaruhi keberlangsungan program.

“Semuanya buruk seolah-olah semua buruk karena satu keburukan atau dua keburukan, padahal sebetulnya mayoritas dari kita ini sudah kerja dengan baik. Kemudian demoralisasi karena satu dua oknum yang kemudian kerjanya tidak baik,” katanya.

Sudaryono secara khusus meminta Korcam melakukan sidak ke dapur setiap hari. Ia mengkritik jajaran yang baru tertib setelah mendapat teguran atau ketika ada sidak dari pusat.

“Korcam itu cobalah setiap hari kau sidaklah ke dapur-dapur punya temanmu itu. Masa baru ada sidak baru tertib,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan jajarannya bahwa kelalaian dalam menjalankan tugas dapat mempertaruhkan keberhasilan program pemerintah.

“Mohon maaf tingkat kepatuhan Anda ini sangat rendah ya. Saya enggak ngerti, pertaruhannya adalah pertaruhan program. Kalau program ini kemudian Anda bikin sembarangan, asal-asalan, kan Anda sendiri semua yang rugi,” katanya.

Sudaryono juga menyoroti penanganan laporan dan pengaduan yang dinilai kerap berhenti di tingkat KPPG atau Korwil. Ia menyebut menerima banyak laporan dari kepala SPPG maupun pemilik dapur mitra yang tidak terselesaikan di tingkat tersebut.

Karena itu, ia meminta seluruh keluhan dari SPPG maupun mitra disampaikan kepada Deputi Tauwas di kantor pusat BGN. Langkah tersebut diperlukan agar penyelesaian persoalan di lapangan dapat dipantau.

“Kalaupun Anda bisa selesaikan di level bawah tetap harus ada, ditembusi gitulah ke kantor pusat BGN, sehingga kita bisa monitoring penyelesaian persoalan yang Anda lakukan di lapangan,” imbuhnya.

Sudaryono menegaskan BGN akan mengambil tindakan terhadap pegawai yang dinilai tidak dapat dibina. Sanksi yang disebutnya antara lain pencopotan hingga pemecatan.

“Kalau memang harus diganti kita ganti, kalau memang enggak bisa diganti ya pecat ya kita pecat,” katanya.

Ia juga mengingatkan jajaran BGN menggunakan daftar periksa (checklist) dalam setiap pelaksanaan sidak.