Generasi.co, Jakarta – Elon Musk, pemilik platform media sosial X, kembali jadi sorotan publik setelah mengkritik rencana undang-undang Australia.
RUU Australia yang dikritik keras Elon Musk tersebut soal melarang akses media sosial (Medsos) bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.
RUU ini, yang diusulkan pemerintah Australia, bertujuan untuk mengimplementasikan sistem verifikasi usia ketat menggunakan biometrik atau kartu identitas.
BACA JUGA: Gaji CEO OpenAI Sam Altman Ternyata Kecil
Jika dilanggar, perusahaan media sosial dapat dikenai denda hingga 50 juta dolar Australia.
RUU Media Sosial Australia Paling Ketat di Dunia
Rancangan undang-undang ini diklaim sebagai salah satu yang paling ketat dalam regulasi media sosial secara global.
Pemerintah Australia ingin mencegah anak-anak dan remaja mengakses platform seperti X (dahulu Twitter), Instagram, Facebook, dan TikTok tanpa verifikasi usia.
Undang-undang ini diperkenalkan di Parlemen dan saat ini sedang menunggu pembahasan lebih lanjut.
Menurut laporan yang dikutip dari NBC News, aturan ini tidak hanya melarang akses bagi anak di bawah 16 tahun.
Akan tetapi juga mengabaikan opsi persetujuan orang tua atau keberadaan akun yang sudah ada sebelumnya.
Langkah ini menuai perhatian luas, termasuk dari Elon Musk.
Elon Musk Sebut Regulasi Sebagai Kontrol Terselubung
Melalui platform X, Musk melontarkan kritik tajam terhadap RUU tersebut.
Ia menyebutnya sebagai “cara terselubung untuk mengontrol akses Internet oleh semua warga Australia.”
Komentar ini muncul sebagai tanggapan atas unggahan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang mendukung kebijakan tersebut.
Kritik Musk menambah panjang sejarah ketegangan antara dirinya dan pemerintah Australia.
Pada bulan April lalu, ia menuduh pemerintah melakukan penyensoran setelah pengadilan memerintahkan platform X menghapus video grafis terkait insiden penusukan di Sydney.
Musk bahkan menyebut pemerintah Australia sebagai “fasis” atas rencana regulasi misinformasi pada bulan September.
Perbandingan Regulasi dengan Negara Lain
Upaya pembatasan media sosial untuk anak-anak bukanlah hal baru.
Amerika Serikat, misalnya, memiliki aturan Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA) yang mengharuskan perusahaan teknologi mendapatkan persetujuan orang tua sebelum mengumpulkan data anak di bawah usia 13 tahun.
Namun, aturan Australia jauh lebih ketat.
Australia menetapkan batas usia tertinggi di dunia, yaitu 16 tahun, tanpa memberikan pengecualian apa pun.
Kebijakan ini dinilai lebih ekstrem dibandingkan pendekatan di negara-negara lain yang biasanya mengandalkan peran orang tua untuk mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.
Sistem Verifikasi Usia: Peluang atau Ancaman?
Rencana penerapan sistem verifikasi usia menggunakan biometrik atau kartu identitas menimbulkan kekhawatiran privasi.
Beberapa ahli menilai langkah ini dapat membuka celah untuk penyalahgunaan data.
Apakah teknologi ini dapat sepenuhnya mencegah anak-anak mengakses media sosial? Banyak yang meragukannya.
Selain itu, sistem ini juga menghadapi tantangan teknis dan etika.
Perusahaan teknologi mungkin harus mengeluarkan biaya besar untuk mengadopsi teknologi baru.
Sementara masyarakat mengkhawatirkan implikasi pelacakan data pribadi oleh pemerintah atau pihak ketiga.
Tanggapan Pemerintah Australia
Pemerintah Australia menegaskan bahwa kebijakan ini diperlukan untuk melindungi anak-anak dari konten berbahaya dan kecanduan media sosial.
Perdana Menteri Anthony Albanese bahkan menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari “upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan online yang lebih aman.”
Namun, tanggapan Musk mencerminkan kekhawatiran global tentang intervensi pemerintah dalam kebebasan internet.
Kritiknya mendapat dukungan dari beberapa pihak, termasuk pakar teknologi yang memperingatkan potensi pelanggaran hak digital.
Masa Depan RUU Australia
Masa depan RUU ini masih belum pasti.
Jika diterapkan, kebijakan ini tidak hanya akan memengaruhi pengguna media sosial di Australia tetapi juga menciptakan preseden baru bagi regulasi digital di seluruh dunia.
Pertanyaannya, apakah batasan ini benar-benar akan melindungi generasi muda atau justru menjadi alat kontrol yang lebih luas?
Regulasi media sosial untuk anak-anak di Australia membuka perdebatan panjang tentang batasan kebebasan digital, perlindungan anak, dan privasi.
Kritik dari Elon Musk menyoroti sisi lain dari kebijakan tersebut yakni apakah ini benar-benar demi perlindungan anak atau sekadar kontrol terselubung?
Dengan berbagai pro dan kontra, langkah ini menjadi pengingat bahwa regulasi teknologi selalu melibatkan pertarungan antara inovasi dan pengawasan.
(BAS/Red)










