Makassar – BRI terus melakukan berbagai inisiatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui program-program yang secara nyata membantu penanganan masalah sampah di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah melalui program BRI Peduli “Yok Kita Gas” berupa pemberian pelatihan waste management kepada 500 volunteer pengelola kebersihan dan sampah di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Pemberian pelatihan dilakukan menjelang MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026 dengan mengintegrasikan edukasi, aksi, dan pengelolaan sampah untuk mendukung terciptanya kawasan Mandalika yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, BRI berkolaborasi dengan mitra dan masyarakat desa/kelurahan setempat serta memberikan berbagai pelatihan, seperti pelatihan waste management, pengumpulan dan pengolahan sampah, serta penyaluran sarana pendukung pengolahan sampah.
Terdapat tiga ruang lingkup pekerjaan dalam program ini yang terdiri dari Tim Cleaning Service yang melibatkan sebanyak 143 petugas cleaning service; Tim Waste Management yang terdiri dari 206 petugas waste management dan 101 volunteer BRI Peduli dari kalangan mahasiswa dan masyarakat lokal, serta 50 Tim Pemilah Sampah.
Dalam pelatihan tentang waste management, peserta diberikan pembekalan mengenai standar kebersihan venue, keselamatan kerja, pemilahan sampah di sumber, dan pelayanan pengunjung, termasuk simulasi menangani tumpahan dalam kondisi venue yang ramai. Peserta juga dibekali pelatihan pemilahan sampah organik, anorganik bernilai, dan residu, alur pengumpulan hingga tempat pengolahan, serta praktik langsung dan evaluasi kesalahan yang umum terjadi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi awal kebiasaan hidup bersih yang berlanjut setelah ajang MotoGP Mandalika 2026 berakhir.
“Kali ini kami bersama BRI Peduli ingin mengajak seluruh masyarakat melalui volunteer yang ada untuk membiasakan, bukan hanya MotoGP, namun setelah ini tetap terbiasa memulai hidup bersih. Kami berterima kasih kepada BRI Peduli atas komitmennya untuk masyarakat dalam menjaga kebersihan venue dan lingkungan,” ujarnya.
Di lain pihak, Baiq Putri Andini, salah satu volunteer program waste management BRI Peduli, mengungkapkan bahwa banyak pelajaran yang diperoleh dari pembekalan yang diberikan. “Banyak sekali edukasi dari orang-orang yang berpengalaman di bidang sampah. Kemudian kita sama-sama memberikan ilmu yang sangat luar biasa,” katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa program BRI Peduli Yok Kita Gas Waste Management di Mandalika dirancang untuk melengkapi momentum penyelenggaraan MotoGP melalui penguatan pengelolaan lingkungan. Melalui program ini, BRI terus menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dalam mengatasi persoalan sampah serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan.
“MotoGP Mandalika merupakan ajang olahraga internasional, sehingga pengelolaan kebersihan menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan event yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dhanny juga menegaskan, melalui program ini, BRI tidak hanya menempatkan diri sebagai entitas bisnis, melainkan sebagai katalisator pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan dengan edukasi literasi keuangan dan pemberdayaan bank sampah yang sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kota berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim.
“Kami juga memastikan bahwa setiap upaya pengelolaan sampah mampu memberikan nilai tambah ekonomi atau shared value bagi komunitas yang terlibat,” tegasnya.
Sejak digulirkan pada 2021, program BRI Peduli “Yok Kita Gas” telah dilaksanakan di 117 lokasi di Indonesia yang tersebar di 45 bank sampah, 5 pasar tradisional, 44 kelurahan, 91 sekolah, 44 titik sungai, dan 25 titik penyebaran Collection Point Vending Machine.
Program ini juga telah berhasil mengumpulkan 519,98 juta kg sampah anorganik, 779,74 juta kg sampah organik, menghasilkan 1.003 liter pupuk organik cair, 24.025 unit pupuk kompos, 777 liter eco enzyme, serta potensi reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 2.366.226,88 kg CO2e.
Program ini juga telah menyelenggarakan 12 jenis pelatihan manajemen sampah serta menyalurkan 45 unit mesin pengolahan sampah, 43 jenis peralatan penunjang bank sampah, 44 unit kendaraan penunjang bank sampah, 3 unit rumah maggot, 249 unit tempat sampah, 50 unit komposter, 1.960 unit kantong pilah, dengan menghasilkan 5 inovasi produk pengelolaan sampah.










