Kepuasan Publik ke Prabowo Tembus 79,9 Persen, Dasco: Itu Bahan Introspeksi, Bukan Puas Diri

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, merespons hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen.

Dasco menegaskan bahwa angka tersebut tidak lantas membuat pemerintah berpuas diri. Sebaliknya, hasil survei itu dimaknai sebagai bahan evaluasi dan introspeksi bagi pemerintahan Prabowo.

“Ya, yang pertama approval rating itu kita anggap sebagai sebuah masukan, juga sebuah evaluasi, juga bahan introspeksi,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2).

Catatan Kecil Tetap Krusial

Wakil Ketua DPR RI tersebut menyoroti bahwa di balik tingginya angka kepuasan, masih terdapat catatan-catatan kritis dari publik. Dasco memastikan bahwa poin-poin masukan tersebut, sekecil apa pun persentasenya, akan menjadi perhatian serius Presiden Prabowo untuk perbaikan kinerja ke depan.

Menurutnya, kritik atau ketidakpuasan yang terekam dalam survei justru menjadi data penting untuk menyempurnakan kebijakan pemerintah.

“Walaupun cuma sekitar 2,3 persen, tapi itu cukup berarti dan penting menurut kami menjadi bahan masukan nantinya,” ujarnya.

Kepuasan Publik Sangat Tinggi

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait kinerja Presiden Prabowo periode 15-21 Januari 2026. Survei yang melibatkan 1.220 responden ini mencatat tingkat kepuasan publik yang signifikan.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut total kepuasan publik berada di angka 79,9 persen, dengan rincian 13 persen sangat puas dan sisanya cukup puas.

“Jadi sangat tinggi ya untuk ukuran approval rating seorang presiden,” kata Burhanuddin, Minggu (8/2).

Survei ini dilakukan dengan metode simple random sampling dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.