Kabar duka menyelimuti Kabupaten Klaten dan keluarga besar Partai Gerindra. Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardianto, dilaporkan meninggal dunia pada Senin (9/2).
Rasa kehilangan mendalam disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, yang juga merupakan rekan seperjuangan almarhum di Partai Gerindra. Bagi Sudaryono, sosok Benny bukan sekadar pejabat publik atau rekan separtai, melainkan seorang sahabat diskusi yang visioner.
“Mas Benny Indra Ardianto bukan cuma sekelibat nama di jabatan Wakil Bupati Klaten atau sekadar kader di Gerindra. Bagi saya, beliau adalah kawan diskusi yang selalu punya cara agar kebijakan pemerintah nyambung dengan keinginan warga,” ungkap Sudaryono dalam keterangan tertulisnya.
Cinta Budaya dan Petani
Sudaryono mengenang momen-momen berkesan bersama almarhum, salah satunya saat mereka berkolaborasi menggelar acara wayang kulit di Klaten. Menurutnya, Benny adalah sosok yang sangat memahami bahwa kebudayaan adalah “nyawa” bagi masyarakat Jawa.
Tak hanya soal budaya, dedikasi Benny terhadap sektor pertanian juga membekas hingga akhir hayatnya. Sudaryono mengungkapkan bahwa dalam pertemuan terakhir mereka, almarhum masih sibuk memikirkan nasib petani.
“Bahkan sampai pertemuan terakhir kemarin di acara pertanian, beliau masih saja bicara panjang lebar soal bagaimana caranya supaya petani di Klaten bisa lebih mandiri dan sejahtera,” kenangnya.
Pemimpin Lapangan
Di mata Sudaryono, Benny Indra Ardianto adalah tipikal pemimpin yang “tidak betah” duduk di belakang meja. Ia dikenal sebagai orang lapangan yang lebih memilih turun langsung melihat kondisi rakyat ketimbang sekadar menerima laporan.
Kepergian Benny dinilai sebagai kehilangan besar bagi Gerindra yang kehilangan salah satu penggerak terbaiknya. Namun, Sudaryono mengajak seluruh pihak untuk menghormati almarhum dengan cara melanjutkan perjuangan yang telah dirintisnya.
“Tugas kita sekarang adalah memastikan apa yang sudah beliau mulai untuk Klaten tetap berjalan dan tidak berhenti di sini. Selamat jalan, Mas Benny. Terima kasih sudah mengabdi dengan cara yang paling terhormat,” pungkas Sudaryono.










