Bertemu Petinggi KAS Jerman, Eddy Soeparno Dorong Kurikulum Aksi Iklim Masuk RI

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Eddy Soeparno/MPR RI

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mendorong perluasan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jerman, khususnya dalam isu tata kelola (governance) dan penanganan krisis iklim.

Hal tersebut disampaikan Eddy saat menerima kunjungan petinggi yayasan politik asal Jerman, Konrad Adenauer Stiftung (KAS), Rabu (11/2) malam.

Eddy menilai, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu diperbarui dengan memasukkan kurikulum yang relevan dengan tantangan global saat ini.

“Kerja sama di bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas yang telah terjalin antara KAS dan Indonesia sejak tahun 1968 perlu diperkuat dengan menyertakan kurikulum tata kelola dan aksi penanganan iklim untuk Indonesia,” ujar Eddy dalam keterangannya, dikutip Jumat (13/2).

Alarm Bencana Hidrometeorologi

Politikus yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PAN ini menyoroti urgensi literasi iklim di tengah maraknya bencana alam. Ia menyebut fenomena cuaca ekstrem, seperti hujan di musim kemarau hingga bencana longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat, sebagai bukti nyata krisis iklim.

Oleh karena itu, Eddy menekankan pentingnya penanganan masalah ini dari sisi hulu melalui pendidikan.

“Penanganan krisis iklim dan lingkungan di ‘hulu’ melalui pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas, tidak kalah pentingnya,” tegasnya.

Kawal Asta Cita Prabowo

Eddy menyatakan kesiapannya menjadi inisiator (champion) dalam mendorong agenda transisi energi dan aksi iklim melalui jalur legislasi. Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Sesuai Asta Cita Presiden, aspek lingkungan hidup mendapatkan perhatian serius dari beliau. Oleh karenanya kita perlu menerjemahkan cita-cita beliau dalam bentuk kebijakan, legislasi, dan aksi nyata agar ekonomi Indonesia tumbuh dengan tetap mengedepankan asas keberlanjutan,” jelas Doktor Ilmu Politik UI tersebut.

Nostalgia 9 Tahun di Jerman

Dalam kesempatan itu, Eddy juga berbagi pengalaman pribadinya yang pernah bermukim di Jerman selama 9 tahun. Ia berharap keunggulan teknologi dan sistem pendidikan Jerman dapat diadaptasi lebih luas di Indonesia.

“Semoga ke depannya, Indonesia dan Jerman dapat bekerja sama di berbagai bidang ekonomi, energi, sosial, dan lainnya dalam kerangka kolaborasi yang saling menguntungkan,” tutup Eddy.