Gelar Aksi di Pantai Mertasari, BNI: Jaga Lingkungan Tak Cukup Cuma Simbolis, Butuh Edukasi

Hutan/Pexels

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmen menjaga lingkungan tidak cukup hanya dilakukan lewat aksi simbolis sesaat. Perseroan menekankan pentingnya edukasi dan perubahan perilaku berkelanjutan di tengah masyarakat.

Hal tersebut diwujudkan melalui program BNI Go Green Bersih Pantai Mertasari, Denpasar, Bali. Bekerja sama dengan Komunitas Malu Dong, kegiatan ini tidak hanya sekadar aksi bersih-bersih pantai, tetapi juga difokuskan pada edukasi pemilahan sampah dari sumbernya.

Founder Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta, mengapresiasi langkah BNI yang berorientasi jangka panjang. Menurutnya, persoalan sampah di Bali sebagai destinasi wisata dunia tidak bisa diselesaikan secara instan, melainkan butuh pembentukan kebiasaan baru.

“Penanggulangan sampah tidak bisa hanya satu kali aksi. Harus berkelanjutan. Karena itu, edukasi menjadi kunci untuk membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah, terutama sejak dari rumah tangga,” ujar Komang dalam keterangan resmi, Selasa (10/2).

Edukasi 3R dan Pilah Sampah

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan praktis mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik. Selain itu, diperkenalkan pula konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta ajakan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Komang menambahkan, masalah sampah berdampak langsung pada citra pariwisata dan ekonomi daerah. Oleh karena itu, sinergi antara rumah tangga, masyarakat, dan korporasi menjadi krusial.

“Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. Jika berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” lanjutnya.

Komitmen Keuangan Berkelanjutan

Terpisah, Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perseroan.

Okki menyebut BNI tidak hanya mendorong aksi langsung, tetapi juga ingin mendampingi masyarakat membangun ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri. Langkah ini sejalan dengan visi BNI sebagai pelopor keuangan berkelanjutan.

“Kami meyakini perubahan besar berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui kolaborasi dengan komunitas seperti Malu Dong, BNI ingin menghadirkan dampak nyata sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan,” tegas Okki.