Jakarta, Generasi.co — Keluhan publik tentang memburuknya linimasa X (dahulu Twitter) sejak diakuisisi Elon Musk senilai USD 44 miliar kini terbukti secara ilmiah. Sebuah riset terbaru dari Eropa membongkar fakta mengerikan: algoritma X tidak hanya menyajikan konten bising, tetapi secara sistematis mencuci otak dan meradikalisasi penggunanya menuju pandangan politik ekstrem kanan (konservatif).
Dikutip melalui Fast Company, eksperimen yang melibatkan 5.000 pengguna selama tujuh minggu ini membuktikan bahwa tab “For You” (Untuk Anda) yang menjadi pengaturan default X berfungsi layaknya mesin propaganda yang secara perlahan mengubah haluan politik publik.
Tiga Cara Algoritma X Meradikalisasi Pengguna
Dalam laporannya, para peneliti mengukur dampak langsung dari feed algoritmik (tab “For You”) dibandingkan dengan feed murni kronologis (tab “Following”). Hasilnya menunjukkan tiga pola destruktif yang secara aktif meracuni ekosistem informasi pengguna:
- Manipulasi Opini Politik: Algoritma secara agresif menggeser pandangan pengguna menjadi lebih konservatif pada isu-isu krusial global, seperti membela Donald Trump dalam kasus kriminalnya hingga mengubah perspektif soal invasi Rusia ke Ukraina.
- Suntikan Propaganda Kanan: Tab “For You” terbukti dirancang untuk memprioritaskan, mendongkrak, dan mencekoki pengguna dengan cuitan bermuatan politik sayap kanan serta konten pancingan amarah (rage-bait).
- Pembungkaman Jurnalisme: Saat propaganda didorong naik, berita dari sumber media tradisional justru dibungkam. Konten jurnalistik muncul 58,1% lebih jarang di feed algoritmik dibandingkan feed kronologis.
Efek Permanen: Sekali Terdoktrin, Sulit Kembali Netral
Temuan paling meresahkan dari riset ini adalah sifat radikalisasi X yang permanen atau asimetris. Peneliti menemukan bahwa ketika pengguna dipaksa menelan konten dari algoritma “For You”, pandangan mereka langsung bergeser ke kanan. Namun, ketika algoritma itu dimatikan, pandangan mereka tidak bisa kembali ke posisi netral semula.
Hal ini terjadi karena selama terpapar doktrin di tab “For You”, pengguna tanpa sadar mulai mengikuti (follow) akun-akun radikal dan konservatif yang disodorkan secara masif oleh sistem Musk.
Pascariiset, feed kronologis dari pengguna yang sebelumnya terpapar algoritma “For You” tercemar oleh 60% lebih banyak cuitan dari akun konservatif dan 28% lebih banyak cuitan dari aktivis politik kanan, dibandingkan dengan mereka yang sejak awal menolak tab algoritmik tersebut.
“Sekali algoritma X menggeser Anda ke kanan, Anda kemungkinan besar akan tetap berada di sana,” simpul laporan riset tersebut.
Ekosistem informasi pengguna yang sudah terlanjur radikal tidak akan bisa disembuhkan hanya dengan beralih kembali ke tab “Following”, karena linimasa mereka sudah didominasi oleh akun-akun hasil rekomendasi algoritma Musk.










