Sudaryono: NU Penyangga Moral Bangsa, Gus Dur Beri Contoh Nyata Kerukunan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono/Kementan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyoroti peran vital Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono menyebut NU sebagai penyangga moral dan penjaga arah bangsa di tengah situasi sulit.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono merespons peringatan Satu Abad NU. Ia mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto yang mengingatkan bahwa perjalanan bangsa ini penuh tantangan yang bisa memicu perpecahan jika fondasinya tidak kuat.

“Di perayaan satu abad Nahdlatul Ulama ini, Presiden Prabowo mengingatkan lagi kalau NU punya peran besar sebagai penyangga moral dan penjaga arah bangsa saat situasi sedang sulit,” ujar Sudaryono, Selasa (10/2).

Potret Toleransi Nyata

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah itu mengaku takjub dengan solidaritas lintas golongan yang tercipta selama perayaan. Ia mencontohkan partisipasi aktif Muhammadiyah yang menyumbang 10 ribu paket konsumsi, hingga pihak gereja yang menyediakan fasilitas dan rela menggeser jadwal ibadah demi kelancaran acara.

Menurut Sudaryono, fenomena saling bahu-membahu tersebut membuktikan bahwa perdamaian di Indonesia sangat indah dan patut dibanggakan.

“Nilai-nilai yang diajarkan para kyai dan tokoh seperti Gus Dur bukan cuma teori. NU sudah kasih contoh bagaimana menjaga kerukunan antarumat tanpa pandang bulu,” tulisnya.

Warisan untuk Masa Depan

Lebih lanjut, Sudaryono menekankan bahwa NU telah membuktikan diri sebagai organisasi yang selalu mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan golongan. Hal inilah yang dinilainya membuat Indonesia tetap tegak berdiri.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan warisan persatuan tersebut. Sudaryono menegaskan bahwa menjaga kedamaian bukan hanya tugas pemimpin, melainkan tanggung jawab seluruh anak bangsa demi mewujudkan rumah yang aman bagi generasi mendatang.

“Mari kita pastikan Indonesia tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman untuk anak cucu kita nanti dengan terus mengedepankan persatuan dan rasa saling menghargai,” pungkasnya.