Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengingatkan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam berorganisasi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, cita-cita mewujudkan Indonesia yang berkemajuan tidak mungkin tercapai tanpa hadirnya anak-anak bangsa yang memiliki kematangan mental dan manajerial melalui organisasi.
Hal tersebut disampaikan HNW saat menerima audiensi Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (BEM PTMA) se-Indonesia di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
HNW menegaskan bahwa peluang mahasiswa untuk berorganisasi saat ini sangat terbuka lebar karena dijamin oleh konstitusi. Kebebasan berserikat ini juga merupakan buah dari tuntutan Reformasi yang dahulu diperjuangkan oleh gerakan mahasiswa.
“Indonesia tidak melarang organisasi, bahkan itu bagian dari jaminan konstitusional dan tuntutan Reformasi. Maka jangan dimubazirkan peluang bagus itu,” ujar HNW.
Tangkis Mental ‘Strawberry’
Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Generasi Z di era keterbukaan informasi. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak menjadi “generasi strawberry” yang kreatif namun rapuh, atau menjadi generasi antisosial yang malas gerak (mager).
HNW menekankan bahwa aktif berorganisasi adalah benteng pertahanan terhadap ancaman sosial seperti penyalahgunaan narkoba, judi daring, kekerasan, hingga sikap permisif.
Dalam kesempatan tersebut, HNW berbagi pengalaman pribadinya yang telah aktif berorganisasi sejak menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor hingga Universitas Islam Madinah. Ia menyebut setiap fase keterlibatan dalam organisasi merupakan “tabungan keunggulan” yang manfaatnya akan dipetik di masa depan saat terjun ke masyarakat.
Teladani Tokoh Bangsa
Lebih lanjut, HNW mengajak mahasiswa PTMA untuk meneladani sejarah pergerakan nasional. Ia mencontohkan tokoh-tokoh besar seperti Mohammad Hatta, Soekarno, serta tokoh Muhammadiyah Kahar Mudzakkir, yang memulai perjuangan kemerdekaan melalui aktivitas organisasi sejak usia muda.
“Saya berharap mahasiswa sekarang menjadikan para pemuda Indonesia dahulu yang aktif berorganisasi hingga mampu berkontribusi mempersiapkan Indonesia merdeka sebagai inspirasi dan spirit untuk mengulangi sejarah,” tegasnya.
Merespons pesan tersebut, Koordinator BEM PTMA Indonesia, Ahmad Rafiq, mengapresiasi arahan HNW. Pihaknya sekaligus menyampaikan undangan kepada HNW untuk hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker) dalam temu nasional BEM PTMA se-Indonesia yang akan digelar di Universitas Muhammadiyah Malang pada 19 Februari 2026.
Agenda tersebut rencananya akan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari 179 kampus Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di seluruh Indonesia.










