Ratu Maxima Sepakat Perkuat Kesehatan Finansial RI, Pemerintah Siapkan Dewan Lintas Sektor

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto [kanan] menggelar pertemuan bilateral dengan Ratu Maxima dari Belanda [kiri]/Presiden RI

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Ratu Maxima dari Belanda yang bertindak sebagai United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health di Istana, Kamis (27/11). Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat strategi kesehatan finansial di Indonesia, khususnya bagi masyarakat berpendapatan rendah, pekerja informal, dan pelaku UMKM.

Dalam sambutan pembuka, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas peran Ratu Maxima dalam mendorong konsep kesehatan keuangan di tingkat global, termasuk kontribusinya terhadap Indonesia.

“Yang Mulia Ratu Maxima, sekali lagi saya ingin menyambut Anda di Indonesia dan menyampaikan penghargaan yang mendalam atas kunjungan Anda di sini dalam peran Anda sebagai advokat khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Keuangan,” kata Prabowo.

Presiden ke-8 RI itu menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat penyusunan strategi nasional kesehatan finansial, termasuk pembentukan dewan lintas sektor yang akan memberikan rekomendasi kebijakan langsung kepada Presiden.

“Saya pikir ini adalah sesuatu yang nyata dan kita bisa bergerak sangat cepat,” tegas Prabowo.

Progress Diakui, Implementasi Harus Lebih Tepat Sasaran

Dalam tanggapannya, Ratu Maxima mengapresiasi kemajuan Indonesia dalam memperluas akses layanan keuangan. Ia menilai peningkatan inklusi finansial merupakan capaian besar, namun menekankan bahwa akses bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin mereka memiliki kehidupan yang lebih baik hari ini dan esok, serta tidak terjerumus dalam masalah. Jadi, saya pikir itulah inti dari kesehatan finansial,” ujar Ratu Maxima.

Ratu Maxima menambahkan bahwa penguatan inklusi keuangan akan berdampak signifikan pada stabilitas keluarga, peningkatan tabungan, kesiapan pensiun, serta perlindungan masyarakat dalam kondisi darurat finansial.

Fokus Sasaran: UMKM, Pekerja Informal, dan Masyarakat Kecil

Pemerintah dan UNSGSA sepakat bahwa kebijakan kesehatan keuangan harus berdampak langsung pada kelompok rentan. Upaya tersebut mencakup:

  • literasi keuangan berkelanjutan,
  • peningkatan akses kredit produktif untuk UMKM,
  • perlindungan konsumen finansial,
  • penguatan akses tabungan, asuransi, dan pensiun,
  • penyelarasan kebijakan antar-kementerian dan lembaga.

Pertemuan bilateral ini menjadi langkah awal menuju pematangan roadmap kesehatan finansial nasional yang akan dikoordinasikan langsung oleh istana.