Jakarta, Generasi.co — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memberikan respons mendalam atas pidato kebangsaan Presiden Prabowo Subianto di hadapan sidang paripurna dewan. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono menegaskan kembali visi besar Kepala Negara bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak boleh sekadar direduksi sebagai tumpukan angka atau laporan keuangan di atas kertas.
Sebaliknya, di tengah situasi global yang serbatidak menentu, anggaran negara harus diletakkan pada khitahnya sebagai instrumen perlindungan rakyat.
“Presiden Prabowo membedah urat nadi republik di depan dewan. Dunia sedang bising. Perang meletus sana-sini. Krisis ekonomi mengancam siapapun. Menghadapi badai ini, Presiden menegaskan satu pakem: APBN bukan tumpukan laporan keuangan. Anggaran mesti menjadi alat juang. Tameng pelindung keselamatan manusia Indonesia,” tulis Sudaryono dalam takarir Instagram-nya, Kamis (21/5/2026).
Mandiri Pangan Bukan Anggan Kosong
Sudaryono mengaku gagasan yang dilontarkan Presiden Prabowo tersebut sangat menyentuh urgensi sektor pangan yang kini tengah dipimpinnya. Ia menilai, esensi dari APBN sebagai “alat juang” berarti alokasi dana negara harus dirasakan langsung dampaknya oleh para ujung tombak ketahanan pangan, yakni para petani di pedesaan.
- Realisasi Nyata di Lapangan: Dana negara wajib segera menjelma menjadi kebutuhan primer pertanian seperti pupuk subsidi yang tepat sasaran, benih unggul berkualitas, penyediaan traktor modern, hingga pembangunan bendungan dan sistem irigasi yang andal.
- Menghadapi Krisis Iklim: Kehadiran negara lewat anggaran dinilai krusial untuk menjaga stabilitas mental dan finansial petani yang saat ini memikul beban paling berat akibat pergeseran iklim global yang tak menentu.
“Pesan ini memukul batin saya keras-keras. Dana negara wajib turun ke sawah. Kehadiran negara wajib menjamin mereka (petani) tetap tegak berdiri menantang krisis,” tegas Wamentan.
Memperkokoh Sendi Ekonomi Nasional
Lebih lanjut, Sudaryono optimistis bahwa dengan mengarahkan APBN secara tepat guna ke sektor-sektor produktif seperti pertanian, cita-cita Indonesia untuk mencapai kedaulatan pangan bisa segera direalisasikan. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari guncangan eksternal.
“APBN adalah alat untuk memperkokoh dasar-dasar sendi ekonomi kita. Mandiri pangan bukan angan kosong. Kita wujudkan bersama tanpa ragu,” pungkasnya.










