Presiden Prabowo Subianto memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk Provinsi Aceh pada tahun 2026 tidak akan terkena pemangkasan atau efisiensi. Keputusan strategis ini diambil langsung oleh Kepala Negara melalui sambungan telepon di sela-sela rapat penanganan bencana di Aceh.
Momen tersebut terjadi saat Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Satgas Penanganan Bencana, Sufmi Dasco Ahmad, berinisiatif menelepon Presiden saat rapat berlangsung, Sabtu (10/01).
Awalnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons permintaan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah agar anggaran daerahnya tidak dipotong. Namun, Purbaya mengaku harus melapor terlebih dahulu kepada Presiden sebelum mengetok palu.
“Kan, saya sudah bilang waktu itu akan kita inikan, saya hanya belum berani bilang Presiden. Tapi dananya sudah ada nih,” ujar Purbaya.
Telepon Dasco Penentu Nasib
Melihat situasi tersebut, Purbaya berseloroh bahwa keputusan akan lebih cepat jika Dasco yang langsung melobi Presiden. Tanpa buang waktu, Dasco langsung menghubungi Prabowo saat itu juga, membuat suasana ruang rapat seketika hening.
Setelah Dasco membuka pembicaraan, telepon diserahkan kepada Purbaya untuk mendengarkan arahan langsung dari Presiden. Usai percakapan singkat tersebut, Purbaya membawa kabar gembira bagi masyarakat Aceh.
“Jadi clear. Jadi untuk tahun ini anggaran Anda akan penuh seperti tahun lalu, enggak dipotong,” tegas Purbaya usai menutup telepon.
Amankan Rp1,7 Triliun
Dengan restu Presiden Prabowo, Purbaya memastikan Aceh akan menerima alokasi anggaran penuh. Ia menyebut angka kisaran Rp1,6 triliun hingga Rp1,7 triliun akan mengalir ke Serambi Mekkah tanpa pengurangan sepeser pun.
Purbaya menegaskan bahwa secara perhitungan fiskal, anggaran tersebut sudah tersedia dan tidak menjadi masalah bagi kas negara.
“Dulu kan saya janji mau bicara, belum sempat ke sana-sini soalnya. Barusan Pak Ketua (Dasco) sudah telepon dan Pak Presiden bilang setuju. Jadi aman Anda semuanya,” pungkas Purbaya.










