Banyumas, Generasi.co — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, meresmikan fasilitas Papan Sedekah Sayur di Ethos Digital Valley, Dusun Gewok, Desa Karanggintung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu (26/4/2026). Muzani memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi swasta ini karena dinilai berdampak langsung dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pola hidup sehat masyarakat.
Program sosial yang diinisiasi oleh PT Etos Kreatif Indonesia melalui Yayasan Rintisan Amal Bunda ini terbukti sukses menjangkau sekitar 31.000 penerima manfaat. Bantuan pangan didistribusikan secara rutin tiga kali dalam sepekan.
“Ini sesuatu yang membanggakan, karena masyarakat didorong hidup sehat dengan mengonsumsi sayur dan protein. Dengan adanya bantuan ini, masyarakat bisa terbantu sehingga tidak perlu terlalu sering berbelanja,” tegas Muzani.
Adapun paket bantuan harian yang disalurkan mencakup:
- Sayur-mayur segar hasil panen petani lokal.
- Tahu, tempe, dan aneka bumbu dapur.
- Sumber protein hewani (ikan, ayam, dan telur).
Dari CSR Menjadi Gerakan Partisipasi Warga
Muzani menyoroti evolusi positif dari skema pendanaan program ini. Pada awal pelaksanaannya, 95 persen pembiayaan bersumber murni dari dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Namun, seiring berjalannya waktu, kesadaran sosial masyarakat sekitar ikut terbangun.
“Sekarang sekitar 60 persen masih ditanggung perusahaan dan 40 persen sudah menjadi partisipasi masyarakat melalui gerakan sedekah sayur. Ini kolaborasi yang menjadi contoh baik dan dapat direplikasi di daerah lain,” paparnya.
Menurut Ketua MPR, konsep sederhana namun berdampak luas ini juga memberikan ruang bagi petani lokal di wilayah Banyumas dan Cilacap untuk menyalurkan hasil panennya secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selaras dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga mengaitkan inisiatif sedekah pangan ini dengan visi pemerintah pusat, khususnya terkait pendidikan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengingatkan bahwa asupan gizi yang baik adalah fondasi kecerdasan anak. “Program ini membantu memperbaiki asupan gizi sekaligus mengurangi beban biaya jajan keluarga. Dari pendidikan dan gizi yang baik itulah, anak-anak bisa menjadi lebih baik dari orang tuanya,” ujar Muzani.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, menjelaskan bahwa program ini lahir di tengah masa krisis pandemi COVID-19. Visi utamanya adalah memastikan satu keluarga menerima lauk-pauk dan protein yang cukup, sehingga mereka hanya tinggal memikirkan karbohidrat.
“Kami melibatkan relawan dalam pendistribusian setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, agar program ini terus berjalan dan menjangkau lebih banyak penerima di wilayah Cilacap hingga Banyumas Raya,” tutup Anita.










