Soal Dokumen Setneg untuk Megawati, Mensesneg: Rahasia

Dasco Bertemu Megawati Soekarnoputri (Sumber: Instagram @sufmi_dasco)
Dasco Bertemu Megawati Soekarnoputri (Sumber: Instagram @sufmi_dasco)

Mensesneg Prasetyo Hadi benarkan dokumen resmi diserahkan ke Megawati, namun enggan ungkap isinya. PDIP belum dipastikan masuk pemerintahan Prabowo.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi sorotan publik soal dokumen berlogo Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) yang terlihat di tangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam sebuah pertemuan politik.

Momen itu terjadi saat ia bersama Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengunjungi kediaman Megawati. Prasetyo membenarkan dokumen tersebut berasal dari Setneg. Namun, saat ditanya mengenai isinya, ia menolak memberi penjelasan.

“Rahasia dong,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Kamis (12/6/2025).

Alih-alih membahas isi dokumen, Prasetyo mengungkapkan isi pesan yang disampaikan oleh Megawati dalam pertemuan tersebut. Ia menyebutkan, Presiden ke-5 RI itu menitipkan harapan agar para pejabat tinggi pemerintahan dan Gerindra menjaga Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan roda pemerintahan. Selain itu, Megawati juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan persatuan.

“Pesannya adalah jaga Pak Prabowo, jaga beliau, pemerintahan ini supaya berjalan dengan baik, saling mendukung satu sama lain. Jaga kekompakan, jaga persatuan. Beliau sebagai presiden memberikan masukan seperti itu,” jelas Prasetyo.

Namun, Prasetyo memastikan pertemuan tersebut tidak membahas kemungkinan PDIP bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menegaskan hingga kini belum ada keputusan dari PDIP untuk masuk dalam struktur kabinet.

Sejalan dengan itu, ia juga menepis isu reshuffle dalam waktu dekat. Menurutnya, pemerintah saat ini lebih fokus mengevaluasi kinerja kementerian dan lembaga ketimbang membahas perombakan kabinet.

“Belum ada rencana untuk melakukan reshuffle. Belum ada ya. Nanti kalau disampaikan tidak ada, Anda bertanya lagi. Nanti dikira bohong. Belum ada. Tapi lebih maknanya semua dilakukan evaluasi terus-menerus. Terhadap kinerja seluruh kementerian maupun Lembaga,” tuturnya.

“Jadi kita lebih fokus ke menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi bersama-sama. Daripada sekadar membahas reshuffle, reshuffle.”

Foto-foto dari pertemuan tersebut turut memperlihatkan sejumlah tokoh penting PDIP hadir, seperti Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR Puan Maharani, anggota DPR Said Abdullah, dan mantan Menkumham Yasonna Laoly.

Dasco menambahkan dalam pertemuan itu, Megawati dan pimpinan PDIP menyampaikan sejumlah masukan kepada Gerindra terkait pentingnya mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto.

Pertemuan ini memicu spekulasi akan adanya pendekatan politik antara PDIP dan pemerintahan Prabowo. Hal ini semakin menguat setelah Megawati menjadi satu-satunya presiden RI nonaktif yang hadir dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Senin lalu. Momen tersebut memperlihatkan kedekatan simbolis antara Megawati dan Presiden Prabowo, menyusul pertemuan keduanya pasca Idul Fitri 1446 H.

Meski belum ada pernyataan resmi mengenai masuknya PDIP ke kabinet, sinyal-sinyal politik terus bergulir. Terlebih, Prabowo sempat menyinggung rencana perombakan kabinet dalam sebuah pidato di hadapan Megawati, yang oleh banyak pihak dinilai sebagai langkah membuka ruang bagi PDIP di lingkaran pemerintahan.

(BAS/Red)