Institusi pendidikan harus mampu membangun kepekaan sosial masyarakat dan jembatan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata, sebagai bagian dari kehidupan bernegara.
“Di era yang sarat ketidakpastian dan berdampak pada terjadinya berbagai krisis, baik krisis identitas dan krisis moral, institusi pendidikan harus mampu berperan aktif untuk ikut mengatasi kondisi tersebut,” ujar Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat memberi sambutan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Pengukuhan 5 Guru Besar di Universitas Pelita Harapan (UPH) di UPH Grand Chapel, Karawaci, Tangerang, Banten, Senin (20/4).
Menurut Lestari, institusi pendidikan harus mampu menanamkan kepekaan sosial dan kesadaran kebangsaan kepada lingkungannya dan masyarakat.
Kehadiran guru besar pada institusi pendidikan tinggi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, diharapkan mampu memperkuat peran sebagai penjaga nalar publik, penentu arah kebijakan, dan jembatan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, dalam perspektif kebangsaan, sektor pendidikan adalah fondasi kebangsaan.
Karena, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, bangsa yang besar tidak hanya bisa ditopang oleh sumber daya alam semata.
Lebih dari itu, tegas Rerie, juga harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang mumpuni menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi.
“Kualitas manusia yang mumpuni hanya bisa dilahirkan oleh kualitas pendidikan yang baik dan mampu mengatasi berbagai tantangan yang ada dalam kehidupan nyata,” pungkas Rerie.










