Prabowo Panggil Dasco, Kapolri dan Kepala BGN Bahas MBG dan Beras Oplosan

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat Bahas Isu Strategis di Istana Merdeka (Sumber: Instagram @sufmi_dasco)
Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat Bahas Isu Strategis di Istana Merdeka (Sumber: Instagram @sufmi_dasco)

Isi rapat Presiden Prabowo dengan Dasco, Kapolri dan Kepala BIN ternyata membahas program MBG, distribusi beras, dan keamanan nasional.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap isi rapat tertutup yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (12/8/2025) malam. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting dan membahas berbagai agenda strategis, termasuk progres program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, dan situasi keamanan nasional.

“Itu kan (rapat) rutin saja ya, bapak presiden secara rutin kan ada beberapa hal yang terus menjadi concern beliau. Yang pertama misalnya program makan bergizi, beliau sangat concern dalam rangka bagaimana sesegera mungkin sebanyak-banyaknya penerima manfaat itu segera bisa terpenuhi,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (13/8).

Ia menyebut laporan terakhir menunjukkan pelaksanaan program masih berjalan sesuai rencana.

“Kita menghendaki bisa selesai segera. Ya mungkin di akhir tahun sebesar Rp80 sekian juta,” tambahnya, mengisyaratkan target anggaran yang cukup signifikan.

Selain itu, rapat juga menyoroti isu-isu krusial lainnya seperti pasokan beras dan stabilitas harga komoditas. Prasetyo menekankan pentingnya jaminan keamanan stok dan distribusi beras untuk mencegah gejolak di pasar.

“Bagaimanapun kita harus memastikan pasokan beras kita aman, distribusi beras kita juga aman, harga-harga komoditas kita terutama beras itu juga stabil, terjangkau. Itu rutin dilakukan oleh bapak presiden,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya mengonfirmasi adanya pertemuan tertutup itu. Menurutnya, pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas persoalan strategis yang tengah menjadi perhatian pemerintah.

“Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk situasi keamanan dan ketahanan pangan nasional,” ucap Teddy kepada wartawan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan, yang turut hadir dalam rapat, melaporkan capaian signifikan dalam pelaksanaan program MBG. Ia menyebut hingga saat ini telah ada 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang aktif di seluruh Indonesia.

“Kami melaporkan bahwa penerima manfaat sekarang ini sudah dilayani oleh 5.103 satuan pelayanan pemenuhan gizi di seluruh Indonesia mencakup 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan. Dan penerima manfaatnya sudah di atas 15 juta dan insyaallah akan mendekati angka 20 juta,” kata Dadan.

Tak hanya itu, sekitar 14.000 SPPG lainnya sedang dalam proses pengajuan dan pengembangan, baik oleh BGN maupun mitra kerja sama. Ia menegaskan bahwa program MBG dibangun di atas kemitraan luas, melibatkan berbagai lembaga dan organisasi.

“Yang paling penting sebetulnya ada hal yang menonjol di mana 5.103 SPPG yang sudah terdaftar dalam sistem kami dan juga 14.000 SPPG yang sekarang sedang dalam proses persiapan, itu seluruhnya merupakan kemitraan dengan berbagai pihak, ya termasuk dari TNI, Angkatan Darat, Kepolisian, BIN, NU, Muhammadiyah, Kadin, Abji, dan lain-lain,” jelasnya.

Dadan juga mengklaim program MBG telah berdampak signifikan terhadap ekonomi rakyat. Ia menyebut total dana yang beredar di masyarakat sebagai dampak dari program ini hampir mencapai Rp28 triliun, yang seluruhnya berasal dari mitra non-APBN.

“Jadi uang yang sudah beredar di masyarakat ini sudah triliun ya, sudah hampir Rp28 triliun dan itu adalah bukan uang APBN tetapi uang mitra,” ujar Dadan.

(BAS/Red)