Generasi.co, Jakarta – BRI melalui BRI Research Institute memperluas pendampingan digital bagi pengusaha mikro perempuan melalui platform PerempuanCerdasDigital.id. Platform tersebut menyediakan pelatihan gratis untuk membantu pelaku usaha mengembangkan keterampilan digital, mulai dari pembukuan hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) yang telah menjangkau 900 pengusaha mikro perempuan di Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah sejak 2024.
PerempuanCerdasDigital.id diluncurkan Digital Access Programme dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bersama BRI Research Institute dalam Perempuan Cerdas Digital Partnership Summit 2026 di Jakarta. Peluncuran tersebut sekaligus menandai tahun ketiga pelaksanaan DEWY.
BRI Research Institute menambahkan delapan modul baru pada platform tersebut. Materinya mencakup pembukuan digital, sistem pembayaran digital, strategi berjualan di marketplace, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, hingga pemanfaatan teknologi AI.
Platform tersebut juga menyediakan modul interaktif, self-assessment, webinar, pendampingan, buletin, kisah inspiratif, dan ruang komunitas bagi UMKM yang dipimpin perempuan.
Para mitra dapat memanfaatkan platform untuk menyediakan materi pembelajaran, narasumber, dan peluang pengembangan kapasitas bagi pengusaha perempuan.
Direktur BRI Research Institute Anton Hendranata mengatakan platform tersebut dirancang untuk menghubungkan pelaku usaha perempuan dengan pengetahuan praktis, mentor, komunitas, dan peluang bisnis.
“Platform ini menghubungkan perempuan pelaku usaha dengan pengetahuan praktis, mentor, komunitas sesama pelaku usaha, dan peluang bisnis baru. Digital Corner menyediakan ruang di tingkat lokal yang dapat dipercaya, tempat perempuan terus berlatih dan saling belajar,” kata Anton.
Selain platform digital, BRI Research Institute melalui DEWY mengembangkan jaringan Digital Corner yang dikelola Digital Ranger lokal.
Fasilitas tersebut menjadi ruang bagi pengusaha perempuan untuk berdiskusi, berkonsultasi, mempelajari perangkat digital dan teknologi AI, serta menerapkannya dalam kegiatan usaha.
Pengembangan PerempuanCerdasDigital.id dan Digital Corner melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, mitra pembangunan, dan komunitas UMKM.
Dukungan yang diberikan mencakup materi pembelajaran, tenaga ahli dan mentor, penguatan komunitas lokal, serta akses terhadap pembiayaan, pasar, dan teknologi.
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Fiona Ritchie mengatakan pelaku usaha membutuhkan keterampilan dan pendampingan agar dapat memanfaatkan teknologi dalam bisnis.
“Inklusi digital membutuhkan lebih dari sekadar akses internet. Pelaku usaha memerlukan keterampilan yang tepat, dukungan yang dapat dipercaya, serta cara yang jelas untuk menerapkan hal-hal yang mereka pelajari,” kata Fiona dalam siaran pers, Kamis (1/10/2026).
Program DEWY telah berjalan di empat provinsi sejak 2024 melalui pelatihan, penguatan komunitas lokal, dan pemanfaatan perangkat digital untuk pengelolaan usaha.
Digital Access Programme merupakan program di bawah Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) Inggris yang berfokus pada transformasi digital inklusif di Indonesia.
Sementara BRI Research Institute merupakan lembaga penelitian dan konsultasi yang berfokus pada UMKM, kewirausahaan, dan keuangan mikro.










