PNM dan BRI Insurance Bantu Korban Kebakaran Desa Sade

PNM dan BRI Insurance Bantu Korban Kebakaran Desa Sade/PNM

Generasi.co, Lombok Tengah – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama BRI Insurance (BRINS) membantu pemulihan usaha warga Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang terdampak kebakaran pada Agustus lalu. Bantuan diberikan melalui program Madani Tanggap Desa Adat Sade, dengan dukungan berupa alat tenun, mesin jahit industrial, dan gawangan untuk membantu warga kembali berproduksi.

Di Desa Sade, terdapat 56 nasabah binaan PNM Mekaar yang menggantungkan penghasilan keluarga dari usaha tenun, kerajinan, dan penjualan kain khas daerah tersebut. Kebakaran tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga tempat usaha dan peralatan kerja.

Salah satu warga terdampak, Heppy Susanti, mengatakan kebakaran membuatnya kehilangan tempat untuk bekerja dan memperoleh penghasilan. Heppy merupakan nasabah PNM Mekaar yang telah bergabung selama lima tahun.

“Yang paling berat bukan hanya kehilangan tempat tinggal atau tempat berjualan. Kami kehilangan tempat untuk bekerja. Padahal dari menenun dan menjual kain inilah kebutuhan keluarga sehari-hari dipenuhi,” kata Heppy.

PNM sebelumnya telah menyalurkan bantuan berupa peralatan dapur dan kebutuhan keluarga setelah kebakaran. Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan dukungan peralatan produksi, termasuk alat tenun, mesin jahit industrial, dan gawangan.

PNM dan BRINS juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga dan anak-anak untuk mendukung pemulihan keluarga terdampak.

Heppy mengaku terharu atas bantuan yang diberikan sejak awal musibah hingga tahap pemulihan usaha.

“Saya terharu saat PNM datang dua hari setelah kebakaran dan langsung kasih bantuan. Sekarang PNM datang kembali dengan bantuan yang lebih bermakna. Terima kasih karena sudah merangkul kami sejak awal sampai sekarang,” ujarnya.

Ia mengatakan bantuan alat produksi membuka kesempatan baginya untuk kembali menenun. Heppy juga menyebut telah menerima bantuan klaim asuransi yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alat tenun ini sangat berarti bagi kami. Mudah-mudahan setelah ini kami bisa mulai menenun lagi, punya penghasilan lagi, dan perlahan mengembalikan kehidupan seperti sebelumnya,” kata Heppy.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan pemulihan pascabencana perlu mencakup upaya mengembalikan sumber penghidupan masyarakat, bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar.

Menurut dia, bantuan peralatan kerja diharapkan memungkinkan para nasabah kembali menjalankan usaha. Dukungan BRINS melalui pembayaran klaim asuransi juga menjadi bagian dari proses pemulihan ekonomi keluarga terdampak.

“PNM berharap bantuan ini menjadi langkah awal agar ibu-ibu di Desa Adat Sade dapat kembali menjalankan usahanya. Ketika alat kerja kembali tersedia, harapan untuk menghidupkan kembali ekonomi keluarga juga ikut tumbuh. Dan dalam kesempatan ini kami menggandeng BRI Insurance untuk menyalakan harapan itu,” ujar Kindaris.

PNM juga menyiapkan pendampingan lanjutan bagi nasabah melalui program pemberdayaan. Upaya tersebut mencakup penguatan usaha melalui klasterisasi, pengembangan Ruang Pintar untuk pendidikan anak-anak, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk warga.

“Ini bagian dari misi pemberdayaan PNM, membuka akses dan kesempatan agar nasabah mampu untuk kembali berdiri setelah bencana, mengembangkan usaha, dan melihat pasar yang lebih luas,” kata Kindaris.

Desa Adat Sade dikenal dengan rumah tradisional dan kerajinan tenunnya. Bagi masyarakat setempat, kegiatan menenun tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari tradisi yang diwariskan antargenerasi.

Pemulihan usaha warga diharapkan membantu keluarga kembali memperoleh penghasilan sekaligus menjaga keberlanjutan kerajinan tenun khas Sade.