Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan cepat yang diambil oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen.
Muzani menyebut langkah tersebut sebagai kabar menggembirakan dan tonggak bersejarah yang membuat petani di seluruh Indonesia kini dapat bernapas lega.
Ahmad Muzani menilai kebijakan penurunan harga pupuk ini merupakan respons cepat dan konkret dari pemerintah terhadap persoalan utama yang dihadapi sektor pertanian, yaitu tingginya biaya produksi. Penurunan HET ini diumumkan langsung oleh Mentan dan disambut hangat di berbagai daerah.
“Petani happy, pasti senang. Ini sesuatu yang sangat menyenangkan bagi mereka. Karena pupuk itu kebutuhan pokok untuk bertani. Ketika harganya turun, beban mereka berkurang dan semangat menanam meningkat,” ujar Muzani dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (29/10/2025).
Muzani menekankan bahwa kecepatan eksekusi kebijakan ini membuktikan keberpihakan dan perhatian serius pemerintah terhadap rakyat kecil, khususnya petani.
“Saya melihat ini kebijakan yang luar biasa. Pemerintah di bawah Presiden Prabowo dan Menteri Amran benar-benar mendengar suara petani. Tidak heran, pengumuman ini membuat semua petani tersenyum,” tambahnya.
Kebijakan penurunan HET pupuk bersubsidi ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ketersediaan pupuk dengan harga yang terjangkau dan tanpa kebocoran distribusi. Langkah ini juga diiringi dengan upaya pemangkasan rantai distribusi dan revitalisasi sistem penyaluran.
Penurunan HET ini telah diresmikan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/KPTS/SR.310/M/10/2025 dan berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Contoh perubahan harga mencakup:
- Urea: Turun dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram.
- NPK: Turun dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat produktivitas pertanian nasional dan memajukan program ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global.










