Literasi Kreatif di Perpustakaan MPR RI hadirkan pelatihan merajut Chunky Knit Pillow. Selain melatih motorik dan kesabaran, kegiatan ini juga dorong kreativitas dan peluang usaha.
Generasi.co, Jakarta – Perpustakaan MPR RI kembali menggelar kegiatan Literasi Kreatif yang kali ini bertajuk ‘Membuat Chunky Knit Pillow’. Bertempat di Plaza Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kegiatan ini diikuti oleh para pegawai Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI.
Melalui pelatihan keterampilan tangan yang dipandu oleh Elvina Taher dari Luang Kreatif Studio, peserta diajak mengolah seutas benang menjadi bantal rajut unik nan estetik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang melepas penat, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, motorik halus, hingga menciptakan peluang usaha berbasis keterampilan tangan.
Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menegaskan kegiatan literasi kreatif menjadi bukti nyata perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang pemberdayaan dan kreasi.
“Merajut itu melatih kesabaran. Kalau tidak sabar, hasilnya tidak akan selesai. Dari kegiatan ini muncul inovasi karena setelah memahami dasar-dasarnya, kita bisa mengembangkan pola dan produk baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/8/2025).
Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan lebih inklusif, dengan melibatkan lebih banyak pegawai, termasuk laki-laki.
“Jangan hanya perempuan. Pegawai laki-laki juga bisa dilibatkan, misalnya dalam pelatihan barista. Pasti akan menarik,” tambahnya.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi MPR RI Anies Mayangsatri mengatakan literasi kreatif menjadi sarana strategis dalam mendekatkan buku dengan praktik langsung.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa mendayagunakan koleksi perpustakaan, mentransfer informasi dari buku ke praktik nyata. Peserta bisa mempelajari langsung dari ahlinya,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi cara efektif untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan ke Perpustakaan MPR RI, sekaligus memperkuat ekosistem literasi di lingkungan lembaga negara.
Peserta dari Poliklinik MPR RI, Jenny Hasianni Octavianty, mengaku mendapat pengalaman baru yang unik dari kegiatan ini. Ia membandingkan kesulitan merajut dengan profesinya sebagai tenaga kesehatan.
“Melatih motorik halus, kesabaran, dan ketelitian. Ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan, bahkan saya sempat berpikir lebih gampang menyuntik pasien daripada merajut,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski sempat merasa kesulitan, Jenny mengaku puas setelah bisa menyelesaikan karya pertamanya dengan bantuan instruktur.
Rekan sesama peserta, Firda Faradillah, juga menyambut positif pelatihan ini. Ia berharap ke depan, kegiatan seperti ini bisa melibatkan lebih banyak peserta.
“Banyak teman yang berminat ikut. Kalau bisa, durasi pelatihannya juga ditambah supaya lebih maksimal,” katanya.a
Kegiatan Literasi Kreatif ini bukan hanya menghasilkan karya seni, tapi juga mendorong semangat berkarya, meningkatkan keterampilan praktis, dan membuka potensi usaha mandiri di kalangan pegawai MPR RI.
Dengan semangat literasi yang terus tumbuh, perpustakaan MPR RI diharapkan terus menjadi pusat inovasi, bukan hanya dalam ranah keilmuan, tapi juga pengembangan keterampilan hidup dan kesejahteraan pegawai.










