Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memuji langkah diplomasi agresif Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di London, Senin (20/01).
Sudaryono menilai pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia kini menerapkan strategi “jemput bola” dalam kancah internasional. Indonesia tidak lagi menunggu, melainkan aktif menawarkan posisi tawar yang kuat.
“Baru saja Pak Prabowo ketemu PM Inggris, Keir Starmer… Pertemuan ini jadi bukti kalau Indonesia makin agresif jemput bola. Kita enggak lagi nunggu diajak, tapi langsung datang tawarkan posisi tawar yang kuat di meja perundingan global,” tulis Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya.
Empat ‘Jurus Jitu’ Prabowo
Sudaryono merinci empat poin strategis atau “jurus jitu” yang dibawa Presiden dalam lawatannya tersebut. Poin-poin ini dinilai bersentuhan langsung dengan kepentingan domestik.
Pertama, fokus pada pertumbuhan ekonomi untuk pembukaan lapangan kerja. Kedua, pengelolaan energi dan alam yang berkelanjutan agar sumber daya tidak sekadar dikeruk. Sementara dua poin lainnya berfokus pada penguatan sektor pertahanan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Langkah Pak Presiden ini ngasih sinyal keras ke dunia luar. Indonesia siap kerja sama, asal sifatnya saling untung. Kita perkuat sektor prioritas tanpa harus didikte asing,” tegas Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah tersebut.
Mitra Sejajar, Bukan Peminta Bantuan
Sudaryono juga menyoroti evolusi hubungan diplomatik RI-Inggris yang telah terjalin sejak 1949. Ia menegaskan bahwa kini Indonesia datang sebagai mitra strategis yang setara, bukan negara yang memelas bantuan.
“Kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Mentalitas setara inilah yang bikin posisi Indonesia makin diperhitungkan oleh negara-negara maju,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Sudaryono mengajak masyarakat di dalam negeri untuk mendukung manuver internasional Presiden dengan peningkatan produktivitas, agar peluang global yang terbuka dapat dimanfaatkan secara optimal.










