Wamentan Sudaryono Soal Oleh-oleh Prabowo dari Inggris: Ini Dagang, Bukan Sumbangan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono/Setneg

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, merespons positif hasil lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris. Ia menegaskan bahwa kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Inggris adalah bentuk kemitraan strategis yang setara, bukan skema bantuan.

Sudaryono menilai, kolaborasi ini memanfaatkan keunggulan masing-masing negara: Inggris dengan kekuatan finansial dan teknologinya, sementara Indonesia dengan kekayaan sumber daya alamnya.

“Ini soal dagang yang saling menguntungkan, bukan kita minta sumbangan. Investasi mereka harus berputar di sini,” tegas Sudaryono lewat akun Instagram pribadinya, Kamis (22/01).

Soroti Ironi Negeri Bahari

Politisi Partai Gerindra ini secara khusus menyoroti rencana pembangunan 1.500 kapal ikan modern. Menurutnya, proyek ini vital untuk membenahi desa-desa nelayan yang selama ini kondisinya memprihatinkan.

Sudaryono menyebut ada ironi besar di mana Indonesia yang tiga perempat wilayahnya adalah air, namun tingkat konsumsi protein rakyatnya masih rendah dan nelayannya hidup susah.

“Sangat aneh kalau konsumsi protein kita masih rendah atau nelayannya hidup susah di atas lumbung ikan. Masuknya teknologi Inggris ini adalah jalan pintas biar kita bisa mengelola kekayaan laut sendiri dengan lebih maksimal, tanpa harus dicuri asing terus-menerus,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan alat modern dan tempat tinggal layak, hasil tangkapan akan naik sehingga kebutuhan gizi anak-anak Indonesia terpenuhi.

Transfer Ilmu Lewat King’s College

Selain sektor pangan dan maritim, Sudaryono juga mengapresiasi masuknya institusi pendidikan top dunia, King’s College London, ke Malang dan Bandung.

Langkah ini dinilai krusial untuk mengejar ketertinggalan pendidikan (catch-up) dan mencetak sumber daya manusia (SDM) berstandar internasional.

“Kita butuh ilmu mereka supaya anak muda kita pintar dan punya standar internasional. Kita harus mengejar ketertinggalan pendidikan sekarang juga,” pungkasnya.