Menlu Sugiono Jelaskan Alasan Prabowo Pulang Lebih Awal Dari KTT ASEAN: Karena Ada Hal Mendesak

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono/Kemlu

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali ke Tanah Air lebih awal dari jadwal yang direncanakan setelah menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia. Keputusan mendadak ini dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, yang menyatakan bahwa kepulangan Presiden diperlukan karena adanya hal yang mendesak.

Prabowo sebelumnya telah mengikuti berbagai sesi penting dalam KTT ASEAN. Namun, di tengah rangkaian pertemuan antar kepala negara tersebut, muncul kebutuhan yang tidak dapat ditunda dan menuntut kehadiran langsung Kepala Negara di Jakarta.

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa keputusan untuk meninggalkan KTT lebih cepat diambil setelah mempertimbangkan urgensi situasi dalam negeri.

“Presiden Prabowo pulang lebih awal karena ada hal mendesak yang harus segera ditangani dan membutuhkan kehadiran beliau di Tanah Air,” kata Sugiono.

Menlu tidak memberikan rincian spesifik mengenai sifat dari “hal mendesak” tersebut, tetapi memastikan bahwa seluruh agenda penting yang telah dihadiri Presiden di KTT ASEAN berjalan lancar dan delegasi Indonesia tetap melanjutkan pertemuan yang tersisa sesuai arahan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah aktif dalam sesi pleno KTT ke-47 ASEAN, di mana ia menekankan pentingnya persatuan negara-negara anggota di tengah ketidakpastian global. Ia menyerukan agar ASEAN memimpin dengan tujuan untuk menciptakan dunia yang lebih stabil, adil, dan inklusif.

Keberangkatan Prabowo lebih awal juga sempat diwarnai insiden kecil saat prosesi penyambutan, di mana pembawa acara di Malaysia sempat salah menyebut nama Presiden Prabowo menjadi Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo. Insiden ini segera diselesaikan dengan permintaan maaf dari pihak penyelenggara.