Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat capaian luar biasa dalam pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan. Melalui PHTC Revitalisasi Satuan Pendidikan, jumlah sekolah penerima manfaat melampaui target lebih dari 49%, dari target awal 9.429 sekolah menjadi 14.071 sekolah di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Gogot Suharwoto mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.
“Dengan PHTC Revitalisasi Satuan Pendidikan, kami ingin membangun pondasi kuat dari sisi infrastruktur agar proses belajar berlangsung aman, nyaman, dan menggembirakan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Program serupa juga mencatat keberhasilan di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus, yang menembus 2.000 sekolah dari target awal 982 sekolah.
Program revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui skema swakelola dan partisipasi masyarakat. Selain membuka lapangan kerja baru, pelibatan warga turut memperkuat rasa kepemilikan terhadap fasilitas pendidikan. Dukungan publik terhadap program ini pun sangat tinggi.
Berdasarkan survei Indo Strategi, Kemendikdasmen menempati posisi teratas kementerian dengan kinerja terbaik, meraih skor 3,35 poin. Survei Arus Survei Indonesia (ASI) juga menunjukkan 78,4% masyarakat menilai positif program ini, sementara Drone Emprit mencatat 95% sentimen publik positif di media sosial.
Riset P3M Universitas Indonesia memperkuat temuan tersebut dengan mencatat tingkat persepsi positif publik mencapai 96% hingga 98,7%, menandakan implementasi program berjalan sangat baik dan berdampak nyata.
“Revitalisasi sekolah bukan hanya membangun gedung, tapi membangun harapan. Sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan adalah fondasi masa depan pendidikan Indonesia,” tegas Gogot.










