Banding Ditolak, FIFA Pastikan Dokumen 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Palsu

FIFA/FIFA

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi menolak banding yang diajukan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan menegaskan bahwa dokumen kelayakan tujuh pemain naturalisasi tim nasional Malaysia adalah palsu. Penolakan ini menguatkan sanksi yang telah dijatuhkan Komite Disiplin FIFA pada September 2025.

Berdasarkan laporan media Malaysia, Komite Banding FIFA mengungkap bahwa setelah meneliti akta kelahiran asli, ditemukan “perbedaan signifikan” (‘kelahiran contrast’) dibandingkan dokumen yang diajukan FAM, yang kemudian dikategorikan sebagai “kelahiran authentic” yang sah.

Pelanggaran Integritas dan Hukuman Tegas

Komite Banding FIFA menyimpulkan bahwa dokumen palsu tersebut sengaja digunakan untuk menghindari persyaratan kelayakan yang sebenarnya, yang merupakan pelanggaran jelas terhadap Pasal 22 Kode Disiplin FIFA tentang pemalsuan dan penggunaan dokumen palsu.

Ketujuh pemain yang terlibat adalah:

  • Gabriel Felipe Arrocha
  • Facundo Tomás Garces
  • Rodrigo Julian Holgado
  • Imanol Javier Machuca
  • Joao Vitor Brandao Figueiredo
  • Jon Irazabal Iraurgui
  • Hector Alejandro Hevel Serrano

Sanksi Final yang Dijatuhkan:

  1. Denda FAM: Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikenai denda sebesar CHF 350.000 (sekitar Rp7,3 miliar).
  2. Sanksi Pemain: Ketujuh pemain tersebut dijatuhi hukuman larangan berpartisipasi dalam seluruh aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola selama 12 bulan, terhitung sejak 26 September 2025.
  3. Denda Pemain: Masing-masing pemain juga dikenai denda sebesar CHF 2.000 (sekitar Rp41,8 juta).

Keputusan penolakan banding ini menjadi pukulan telak bagi program naturalisasi Malaysia yang bertujuan memperkuat timnas, dan merusak fondasi integritas kompetisi internasional, sebagaimana ditekankan oleh FIFA.