Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono resmi ditetapkan sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode kepengurusan baru.
Penetapan ini merupakan hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) VII MES yang digelar di Ballroom Menara BRILian, Jakarta, Minggu (11/01). Ferry akan mendampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang dalam forum yang sama terpilih sebagai Ketua Umum MES.
Usai penetapan, Ferry menegaskan komitmennya untuk mensinergikan program MES dengan gerakan koperasi nasional. Ia membidik koperasi berbasis syariah agar tumbuh menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Pemerintah berkomitmen meningkatkan sinergi berbagai pihak, khususnya koperasi dengan MES, untuk mendorong peran koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ferry, Senin (12/01).
Dorong Koperasi Pesantren Jadi ‘Kakak Asuh’
Dalam visi kepemimpinannya di MES, Ferry ingin mereplikasi keberhasilan model bisnis koperasi syariah yang sudah mapan. Ia mencontohkan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, yang sukses membangun ekosistem bisnis pertanian yang kuat.
Ferry berencana melibatkan koperasi-koperasi pesantren yang sudah maju untuk membimbing koperasi rintisan pemerintah.
“Saat ini juga banyak koperasi pondok pesantren yang kami minta menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Target Ekonomi Syariah
Sementara itu, Dewan Pembina MES Ma’ruf Amin yang hadir dalam Munas tersebut memberikan target khusus bagi kepengurusan baru Ferry dan Rosan.
Ma’ruf mengingatkan bahwa meskipun Indonesia kini menempati peringkat tiga dunia dalam ekonomi syariah, pangsa pasar (market share) di dalam negeri, khususnya sektor keuangan, baru mencapai kisaran 30 persen.
“Sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat. Target MES ke depan adalah meningkatkan market share ekonomi syariah di atas 50 persen,” tegas Ma’ruf.
Sebagai informasi, Munas VII MES ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri BUMN Erick Thohir selaku Ketua Dewan Pengawas Danantara, serta Ketua Pelaksana Munas La Nyalla Mattalitti.










