Ekonomi 2026 Solid, Transaksi ‘Kopra by Mandiri’ Tembus Rp26.634 Triliun

Bank Mandiri/Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat penetrasi layanan digital wholesale melalui Kopra by Mandiri guna merespons fundamental ekonomi Indonesia yang kian solid memasuki tahun 2026.

Langkah ini sejalan dengan aktivitas manufaktur nasional yang kembali menggeliat, tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) yang berada di zona ekspansi selama lima bulan berturut-turut di pengujung 2025.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem Kopra dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan transaksi yang cepat dan tepat di tengah dinamika ekonomi.

“Bank Mandiri terus memperkuat transformasi digital melalui Kopra by Mandiri guna mendorong kolaborasi lintas sektor, meningkatkan efisiensi layanan wholesale, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Riduan dalam keterangannya, Selasa (27/1).

Transaksi Tembus Rp26.634 Triliun

Kopra by Mandiri mencatatkan kinerja impresif berkat inovasi fitur yang dihadirkan. Hingga akhir November 2025, nilai transaksi di platform ini menembus Rp26.634 triliun, atau tumbuh 22 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Volume transaksi juga tercatat naik 14 persen menjadi 1,36 miliar transaksi. Saat ini, pengguna Kopra telah mencapai lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai segmen bisnis.

Fitur Baru: Kelola DHE hingga Kredit Agunan Deposito

Riduan menjelaskan, Kopra by Mandiri mengintegrasikan tiga fitur utama yakni Cash Management, Value Chain, dan Trade dalam satu akses (Single Sign-On).

Untuk mendukung sektor perdagangan internasional, platform ini kini menghadirkan solusi pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang lebih optimal.

Selain itu, tersedia pula layanan Kredit Agunan Deposito (KAD), yang memungkinkan nasabah mengajukan pinjaman dengan jaminan deposito, serta fitur electronic invoice presentment & payment (EIPP) untuk transparansi rantai pasok.

“Melalui penguatan Kopra by Mandiri, Bank Mandiri optimistis sinergi lintas sektor yang terbangun dapat menjadi katalis dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” pungkas Riduan.