Menteri PU Ungkap Sisi Melankolis Prabowo: Beliau Sering Menangis Lihat Rakyat Susah

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo/PU

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkap sisi lain dari sosok Presiden Prabowo Subianto yang jarang diketahui publik. Di balik ketegasannya sebagai pemimpin negara dan mantan prajurit, Prabowo ternyata sosok yang sangat perasa dan mudah meneteskan air mata.

Hal ini diungkapkan Doddy saat menjelaskan motivasi kerjanya dalam menangani infrastruktur di lokasi bencana. Menurutnya, Presiden memiliki empati yang sangat tinggi terhadap penderitaan rakyat.

“Pak Presiden itu kan cintanya sama masyarakat itu tinggi banget. Dia kalau lihat masyarakat itu susah sedikit, dia sebenarnya sering nangis,” ujar Dody kepada awak media di Padang, Sumatra Barat, Kamis (29/1).

“Tugas Saya Membuat Atasan Tidak Menangis”

Mengetahui karakter Presiden yang tidak tega melihat rakyatnya kesusahan, Dody menjadikan hal tersebut sebagai prinsip utamanya dalam bekerja. Ia bertekad untuk bekerja cepat agar beban pikiran Presiden berkurang.

“Tugas saya itu membuat atasan saya tidak menangis. Seperti apa (caranya), itu tugas saya,” tegas Dody.

Ia menjelaskan bahwa para menteri di Kabinet Merah Putih sebenarnya tidak memerlukan instruksi khusus yang berulang-ulang dari Presiden terkait penanganan bencana. Pasalnya, pembekalan mental dan visi misi saat retreat di Magelang beberapa waktu lalu sudah sangat melekat.

“Kita menteri kan dari awal sudah dibekali macam-macam tuh, mulai dari Magelang. Kita hampir semua sudah paham lah maunya Pak Presiden seperti apa,” imbuhnya.

Gerak Cepat Sebelum Ditelepon Istana

Atas dasar itulah, Kementerian PU kini menerapkan pola kerja proaktif atau jemput bola. Dody mencontohkan penanganan bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah belakangan ini.

Ia mengaku langsung mengirimkan alat berat ke lokasi terdampak tanpa menunggu perintah atau telepon dari pihak Istana, baik itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) maupun Sekretaris Kabinet (Seskab).

“Ada bencana, ya sudah, sebelum saya ditelepon siapa pun… saya sudah gerak duluan. Ketika saya ditanya (oleh Presiden), sudah (turun) Pak. Paling tidak saya sudah kirim alat berat,” pungkas Dody.