Jakarta, Generasi.co — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (HNW), memanfaatkan momentum Ramadan 1447 H untuk memperkuat sinergi dengan tokoh masyarakat. Dalam agenda buka puasa bersama di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Senin (2/3), HNW menyoroti pentingnya keberpihakan negara terhadap kesehatan ibu dan anak.
Acara ini merupakan rangkaian silaturahim yang digelar selama dua hari berturut-turut, setelah sebelumnya pada Minggu (1/3) HNW juga menjamu tokoh-tokoh Muslim, pimpinan ormas seperti Muhammadiyah dan DMI, hingga tokoh pemuda di wilayah Jakarta Selatan.
Konsistensi Pasca-Ramadan
Dalam sambutannya, HNW mengingatkan para undangan agar semangat kebaikan di bulan suci tidak memudar seiring berakhirnya Ramadan. Ia mengutip pesan ulama mengenai pentingnya menjadi hamba yang istikamah.
“Inilah berkah Ramadan, puasa menjadi ajang kita bisa masif bersilaturahim. Namun, para ulama mengingatkan, ‘kuunuu rabbaniyyin wa la takuunuu ramadhaniyyin‘. Jadilah hamba Allah yang konsisten sepanjang waktu, bukan hanya di bulan Ramadan,” tegas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.
Fokus pada Stunting dan UU Ibu-Anak
Selain ukhuwah, isu strategis nasional menjadi bahasan utama. HNW menyoroti angka stunting di Indonesia yang masih menyentuh 21,5 persen. Menurutnya, persiapan menuju Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada penanganan masa emas (golden age), yaitu 1.000 hari pertama kehidupan anak.
“Penyelesaiannya harus melalui keberpihakan negara dan publik kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sejak dalam kandungan sampai usia dua tahun,” jelas HNW. Ia pun mengapresiasi lahirnya Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA) sebagai payung hukum yang kuat untuk dioptimalkan oleh pemerintah.
Advokasi Umat: Biaya Haji dan Pesantren
HNW juga memaparkan sejumlah capaian Komisi VIII DPR RI dalam membela aspirasi masyarakat, di antaranya:
- Efisiensi Biaya Haji: Berhasil menekan usulan awal pemerintah dari Rp65 juta menjadi kisaran Rp54 juta.
- Dukungan Pesantren: Pengawalan UU Pesantren dan peningkatan status kelembagaan menjadi Direktorat Jenderal Pesantren di kementerian terkait.
Ramadan Sebagai Momentum Sehat
Pendamping HNW, dr. Diana Abbas Thalib, MARS, turut memberikan perspektif kesehatan. Ia mengingatkan para ibu untuk menjaga pola sahur dan berbuka agar tetap bugar dalam mengelola rumah tangga.
“Ramadan tidak hanya mengantarkan kita kepada takwa, tetapi juga kepada sehat. Jangan sampai para ibu tidak sehat, karena rumah bisa kehilangan ‘lampunya’,” pesan dr. Diana.
Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh pimpinan Bidang Perempuan dan Keluarga PKS, tokoh Majelis Taklim, serta diisi dengan tausiah oleh Dr. Aan Rohana, Lc., M.Ag.










