Jakarta, Generasi.co – Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi strategis bersama sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Selasa (3/3), guna membahas eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi segala kemungkinan dampak global maupun domestik.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah konkret dengan menginstruksikan evakuasi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak, khususnya di Iran.
“Saya telah memerintahkan Duta Besar Republik Indonesia di Teheran untuk menyiapkan langkah-langkah evakuasi segera bagi para WNI di wilayah tersebut,” ujar Sugiono kepada awak media usai pertemuan.
Evakuasi Bertahap dan Kondisi WNI
Menlu menjelaskan bahwa proses evakuasi akan dilakukan secara bertahap. Meskipun pemerintah telah membuka jalur evakuasi, tidak semua WNI di wilayah konflik memilih untuk pulang ke tanah air.
“Dari semua WNI yang ada di wilayah terdampak, tidak semuanya menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi ada beberapa yang bersedia, dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” jelasnya.
Diplomasi Tegas: Sesalkan Gagalnya Perundingan
Sugiono juga membeberkan hasil komunikasi diplomatiknya dengan Menteri Luar Negeri Iran. Indonesia secara konsisten menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan nuklir yang memicu serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu.
Ada tiga poin utama yang ditekankan Indonesia kepada Iran:
- Penghormatan Integritas Wilayah: Menghormati kedaulatan penuh setiap negara.
- Solusi Meja Perundingan: Menekankan pentingnya menghentikan kontak senjata dan kembali berdialog.
- Tawaran Mediasi: Mengulangi keinginan Presiden Prabowo untuk bertindak sebagai mediator guna menurunkan tensi di kawasan.
Indonesia Siap Hadapi Kemungkinan Terburuk
Situasi geopolitik yang sangat dinamis menuntut Indonesia untuk tetap waspada. Presiden Prabowo berpesan agar seluruh jajaran pemerintah dan elemen bangsa bersiap diri terhadap dampak berantai dari konflik ini, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi.
“Apapun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” tutur Sugiono mengutip pesan Presiden.










