Jakarta, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bergerak cepat merespons eskalasi dan dinamika tantangan global. Pada Sabtu (28/3/2026), Kepala Negara memimpin Rapat Terbatas (Ratas) secara virtual bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Rapat maraton yang berlangsung dari siang hingga sore hari tersebut secara khusus membedah arah baru dan penyesuaian kebijakan strategis nasional, dengan fokus utama pada penyelamatan sektor ekonomi dan ketahanan energi.
Langkah Taktis Hadapi Situasi Terkini
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa forum koordinasi lintas kementerian ini sengaja dipercepat untuk memastikan langkah pemerintah tetap selaras, terarah, dan responsif.
“Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk menentukan penyesuaian dan penentuan beberapa kebijakan ekonomi dan energi,” urai Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Fokus pada sektor energi dan ekonomi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah menyiapkan bantalan kebijakan guna meredam dampak dari situasi geopolitik dan ekonomi global yang saat ini berkembang sangat dinamis.
Birokrasi Agile Tanpa Hambatan Ruang
Pelaksanaan ratas secara virtual pada akhir pekan ini sekaligus mencerminkan transformasi pola kerja pemerintahan yang semakin agile (tangkas). Pemanfaatan teknologi secara maksimal memungkinkan percepatan koordinasi tingkat tinggi tanpa mengurangi urgensi dan kualitas pengambilan keputusan strategis.
Untuk memastikan kebijakan yang diambil komprehensif, Presiden Prabowo memanggil pilar-pilar utama menteri di sektor ekonomi, investasi, dan aparatur negara.
Berikut adalah daftar menteri yang hadir dalam ratas virtual tersebut:
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK): Pratikno
- Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
- Menteri Investasi: Rosan Roeslani
- Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
- Menteri Tenaga Kerja: Yassierli
- Menteri PAN-RB: Rini Widiyanti
- Menteri Sekretaris Negara: Prasetyo Hadi
- Sekretaris Kabinet: Teddy Indra Wijaya
Sinergi antar-kementerian ini diharapkan segera menghasilkan produk kebijakan konkret yang mampu memproteksi daya beli masyarakat sekaligus mengamankan pasokan energi nasional dalam waktu dekat.










