Jakarta, Generasi.co — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menghormati proses hukum terkait dugaan kasus suap yang menyeret nama Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama. Purbaya menyatakan siap mengikuti arahan tegas Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Djaka dari jabatannya apabila seluruh tuduhan tersebut terbukti di persidangan.
“Kan Pak Djaka dengan saya komunikasi setiap hari. Tapi yang jelas saya ngerti apa yang terjadi,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Meskipun mengaku memahami dinamika kasus yang menimpa anak buahnya, Menkeu enggan membeberkan lebih rinci maksud pernyataannya dan memilih untuk menunggu hasil akhir dari proses peradilan.
“Kalau persidangan saya enggak ikut campur, saya lihat saja seperti apa hasilnya kan. Kalau orang nuduh bisa saja, tapi kalau terbukti ya sudah. Harusnya iya (dicopot), kalau terbukti ya,” tambah Purbaya.
Duduk Perkara Kasus dan Deretan Tersangka KPK
Skandal ini mencuat dari adanya dugaan pemufakatan jahat yang dirancang pada Oktober 2025. Pemilik PT Blueray Cargo, John Field, disinyalir menggelontorkan sejumlah uang suap kepada para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Tujuannya agar barang-barang tiruan (KW atau palsu) yang diimpor oleh perusahaannya bisa melenggang masuk ke Indonesia tanpa harus melalui prosedur pemeriksaan resmi.
Terkait perkara ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyeret dan menetapkan sejumlah nama sebagai tersangka, baik dari pihak internal Bea Cukai maupun pihak swasta. Berikut daftarnya:
- Rizal (Direktur Penindakan dan Penyidikan/P2 DJBC periode 2024-2026)
- Sisprian Subiaksono (Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC)
- Orlando Hamonangan alias Ocoy (Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Ditjen Bea Cukai)
- Budiman Bayu Prasojo (Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC)
- John Field (Pemilik PT Blueray – Tersangka Pemberi Suap)
- Andri (Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray)
- Dedy Kurniawan (Manager Operasional PT Blueray)
Kesaksian di Sidang: Pertemuan “Enam Mata” di Hotel Borobudur
Keterlibatan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama mulai terkuak setelah namanya disebut secara gamblang oleh Orlando Hamonangan (Ocoy) dalam persidangan. Di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ocoy mengaku mendapat perintah langsung dari atasannya, Sisprian, untuk mengatur pertemuan eksklusif dengan John Field.
Pertemuan tersebut akhirnya terealisasi di Hotel Borobudur pada 22 Juli 2025, berlangsung sekitar pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. JPU kemudian menyecar Ocoy mengenai siapa saja tokoh yang berada di dalam ruangan tersebut serta keterlibatan sang Dirjen.
“Memang di pertemuan itu hanya enam mata. Ada Pak Djaka, Pak Rizal, Pak John, tanpa ada Pak Sisprian di momen itu?” tanya JPU memastikan.
“Iya,” jawab Ocoy di persidangan.
Kendati membenarkan adanya pertemuan tertutup antara Djaka, Rizal, dan bos Blueray Cargo tersebut, Ocoy berdalih tidak mengetahui materi ataupun kesepakatan yang dibahas di dalam ruangan, lantaran dirinya tidak ikut dalam obrolan utama.










