Gandeng Komunitas Ojol, Kadishub DKI Instruksikan Penertiban Lalu Lintas yang Humanis

Foto: Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, memimpin apel arahan di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, yang dihadiri oleh jajaran internal Dishub serta perwakilan komunitas ojek daring (ojek online/ojol). (Istimewa)
Foto: Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, memimpin apel arahan di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, yang dihadiri oleh jajaran internal Dishub serta perwakilan komunitas ojek daring (ojek online/ojol). (Istimewa)

Generasi.co, Jakarta – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, memimpin apel arahan di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, yang dihadiri oleh jajaran internal Dishub serta perwakilan komunitas ojek daring (ojek online/ojol).

Dalam arahan tersebut, Budi menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dalam penertiban lalu lintas serta memperkuat kolaborasi antara Dishub DKI Jakarta dengan komunitas ojol.

Menyikapi pemberitaan yang sempat viral di media sosial beberapa hari lalu, Budi menegaskan permasalahan di lapangan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Atas arahan cepat dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur telah bersilaturahmi langsung dengan pengemudi ojol yang bersangkutan, yakni Sulis (Agung).

“Permasalahan sudah selesai. Pak Gubernur menyampaikan bahwa ini harus diambil dengan langkah cepat, dan alhamdulillah Sudin Perhubungan Jakarta Timur telah melakukan silaturahmi secara kekeluargaan kepada Bapak Sulis atau Bapak Agung,” ujar Budi Awaluddin, Minggu (21/6).

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga meluruskan informasi keliru (hoaks) yang beredar di media massa terkait isu penahanan sepeda motor milik pengemudi ojol serta adanya pungutan biaya sebesar Rp250.000,00.

Faktanya, pada hari kejadian, pemilik kendaraan langsung mengambil motornya tanpa dipungut biaya apa pun, melainkan hanya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran parkir.

Kehadiran jajaran Sudinhub Jakarta Timur ke kediaman pengemudi murni untuk bersilaturahmi guna meredakan kegaduhan di media sosial.

​”Perlu kami luruskan pemberitaan di media juga ya bahwa isu yang berkembang adalah Pak Sulis itu motornya ditahan, ya diminta uang Rp250.000 ya, dan ya tiga hari kalau enggak diambil itu akan ditaruh di di Satlantas ya? Seperti itu. Bahwa itu hoaks!” ujarnya.

Budi menegaskan, peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi seluruh jajaran Dishub.

Ia menginstruksikan agar ke depan, seluruh personel di lapangan wajib mengedepankan sisi humanis, persuasif, dan dialogis dalam melakukan penertiban.

Personel diminta memberikan tenggang waktu, mengajak pelanggar berdialog, serta memberikan edukasi mengenai tata cara parkir yang benar.

“Penertiban harus dilakukan secara humanis, sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), profesional, berempati, namun tetap tegas, dan kita mengedepankan komunikasi yang baik,” tegasnya di hadapan para peserta apel.

Melalui pesan suara (voice note) yang dikirimkan kepada Budi, Sulis menitipkan harapan agar ke depan dilakukan koordinasi dengan pengelola gedung terkait penyediaan ruang parkir khusus ojol.

Menanggapi hal tersebut, Dishub DKI Jakarta berkomitmen untuk mengundang perwakilan komunitas ojol, pihak operator, dan pengelola gedung guna mendiskusikan penyediaan fasilitas parkir tersebut.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta melalui Dishub akan segera menyusun nota kesepakatan kerja sama (MoU) dengan komunitas ojol. Kerja sama ini mencakup:

  • Penyelenggaraan seminar keselamatan dan tata tertib lalu lintas jalan.
  • Pelatihan keterampilan teknis (seperti servis kendaraan) melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
  • Pemantauan kondisi jalan secara bersama-sama di lapangan.

Untuk mempercepat penanganan kendala di jalan raya, seperti pohon tumbang atau kecelakaan, Dishub DKI Jakarta dalam waktu dekat akan meluncurkan layanan pusat panggilan (call center) bebas pulsa.

Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi saluran komunikasi cepat bagi komunitas ojol dan masyarakat guna menginformasikan kondisi darurat di jalanan.

Mengakhiri arahannya, Budi mengajak seluruh jajaran Dishub untuk membuktikan komitmennya kepada masyarakat dengan bekerja maksimal di lapangan.

“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa Dinas Perhubungan hadir untuk Jakarta, hadir untuk masyarakat. Hadir melayani warga, hadir menjaga ketertiban jalan, dan hadir menyelesaikan persoalan di lapangan dengan pendekatan yang humanis, profesional, dan berempati,” pungkasnya. (*)