Jutaan orang yang rutin mengonsumsi obat-obatan jangka panjang berisiko mengurangi efektivitas pengobatannya hanya karena meminum obat pada waktu yang tidak tepat.
Peringatan itu disampaikan Peter Thnoia, pakar farmasi dari PillTime, apotek daring yang terdaftar di National Health Service (NHS) Inggris. Menurutnya, banyak pasien tidak membaca atau tidak sepenuhnya mengikuti petunjuk penggunaan obat sehingga manfaat obat menjadi tidak optimal dan risiko efek samping meningkat.
“Terlalu sering orang tidak membaca atau tidak sepenuhnya mengikuti petunjuk yang menyertai obat mereka, dan itu dapat berdampak nyata pada efektivitas obat tersebut,” ujar Peter.
Ia menjelaskan bahwa kesalahan sederhana, seperti meminum obat pada waktu yang salah atau tidak mengonsumsinya bersama makanan ketika diperlukan, dapat mengurangi efektivitas terapi.
Salah satu obat yang paling sering dikonsumsi pada waktu yang kurang tepat adalah statin, obat penurun kolesterol yang digunakan untuk membantu mencegah penyakit jantung.
Menurut Peter, jenis statin tertentu seperti simvastatin dan lovastatin bekerja lebih optimal jika diminum pada malam hari. Hal itu karena produksi kolesterol dalam tubuh mencapai puncaknya saat malam.
Namun, banyak pasien justru mengonsumsinya pada pagi hari karena berbarengan dengan obat lain yang mereka minum setiap hari.
“Banyak orang mengonsumsi statin pada pagi hari hanya karena saat itulah mereka meminum obat lainnya. Padahal untuk jenis tertentu, penelitian menunjukkan obat ini bekerja paling baik pada malam hari,” katanya.
Selain obat resep, waktu konsumsi juga berpengaruh terhadap efektivitas suplemen, termasuk tablet zat besi.
Peter mengatakan banyak orang mengonsumsi tablet zat besi saat sarapan atau bersama secangkir teh dan kopi sebelum beraktivitas. Padahal, produk susu, teh, dan kopi dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.
“Zat besi sebenarnya paling baik diserap saat perut kosong. Produk susu, teh, atau kopi dapat mengurangi penyerapannya,” ujarnya.
Karena itu, ia menyarankan tablet zat besi dikonsumsi segera setelah bangun tidur sebelum sarapan.
Selain statin dan zat besi, sejumlah obat lain juga memerlukan waktu konsumsi yang tepat agar bekerja maksimal.
Levothyroxine yang digunakan untuk mengatasi hipotiroid atau gangguan tiroid kurang aktif dianjurkan diminum pada pagi hari, setidaknya 30 menit sebelum makan atau minum.
Sementara obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen sebaiknya dikonsumsi bersama makanan atau segelas susu karena dapat mengiritasi lambung.
Adapun beberapa obat ADHD berbasis stimulan, seperti methylphenidate, lebih disarankan diminum pada pagi hari. Konsumsi terlalu larut dapat memicu gangguan tidur atau insomnia.
Peter menegaskan bahwa membangun rutinitas yang konsisten serta memahami kapan obat harus diminum sama pentingnya dengan mengetahui jenis obat yang dikonsumsi.
“Memahami kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat sama pentingnya dengan mengetahui obat apa yang Anda minum. Itu kunci untuk mendapatkan hasil terbaik bagi kesehatan,” katanya.










