Generasi.co, BANGKALAN – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik korupsi di lingkungan pemerintahannya. Menurutnya, pemerintahan yang bersih menjadi syarat utama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memastikan kekayaan negara dinikmati sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa.
“Pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup. Tidak boleh ada korupsi di pemerintah Republik Indonesia,” kata Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Prabowo menilai berbagai penyimpangan selama ini telah menyebabkan hilangnya kekayaan negara yang seharusnya menjadi hak rakyat.
“Menurut keyakinan saya, penyimpangan-penyimpangan inilah yang membuat bangsa kita dalam keadaan sekarang, di mana terlalu banyak kekayaan negara yang hilang dan diambil dari hak rakyat, hak bangsa,” ujarnya.
Kepala Negara mengatakan pemerintahan yang berintegritas diperlukan agar kekayaan Indonesia dapat didistribusikan secara adil kepada seluruh masyarakat. Karena itu, pemberantasan korupsi menjadi salah satu prioritas pemerintahannya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah telah menutup ratusan tambang tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan kebun ilegal yang berada di kawasan hutan melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Selain itu, pemerintah juga berupaya memperbaiki tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis guna menghentikan praktik kecurangan yang berpotensi menyebabkan kekayaan negara mengalir ke luar negeri.
“Saya mengerti ini tidak ringan, tapi apa boleh dibuat, apa pun harus kita kerjakan supaya negara kita selamat,” tegas Prabowo.
Prabowo menegaskan komitmen memberantas korupsi merupakan bagian dari sumpah jabatannya sebagai presiden untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.
“Saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Karena itu, saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat,” katanya.










