Langkah Cepat Sufmi Dasco Ahmad Tangani Masalah Data Siswa SNBP Tuai Apresiasi

Foto: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Dok Gerindra)
Foto: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Dok Gerindra)

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dapat apresiasi dari Sutan Adil Hendra atas respon cepat menangani kelalaian input data siswa ke PDSS yang mengancam kelulusan SNBP.

Generasi.co, Jakarta – Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, mendapat apresiasi dari Sutan Adil Hendra, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, atas langkah cepatnya menangani dugaan kelalaian sekolah dalam mengisi data siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Masalah ini berpotensi menggagalkan siswa berprestasi mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Sutan Adil Hendra menjelaskan, kelalaian input data ke PDSS oleh operator sekolah berakibat 142 siswa SMAN 17 Makassar tidak bisa mendaftar SNBP.

“Jika tidak segera diselesaikan, siswa-siswa berprestasi ini terancam gagal masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP,” tegas Sutan Adil kepada wartawan, Selasa (29/4/2025).

Jadwal pengisian PDSS seharusnya dilakukan sekolah pada 6-31 Januari 2025, namun karena kesalahan input, data siswa tidak tercantum dalam sistem.

Langkah Cepat Sufmi Dasco

Sufmi Dasco segera menindaklanjuti laporan ini dengan:

  1. Meminta klarifikasi ke Kemendikdasmen terkait mekanisme perbaikan data
  2. Mendorong perpanjangan waktu pendaftaran bagi siswa terdampak
  3. Memastikan sekolah bertanggung jawab atas kelalaian ini

“Kami berharap Kemendikdasmen bisa memberikan solusi, termasuk opsi perpanjangan waktu pendaftaran untuk siswa yang terdampak,” ujar Sutan Adil.

Protes Siswa SMAN 17 Makassar

Masalah ini mencuat setelah puluhan siswa SMAN 17 Makassar melakukan unjuk rasa karena tidak bisa mendaftar Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) melalui jalur SNBP.

Mereka adalah siswa berprestasi yang memenuhi syarat akademik namun terhambat oleh kesalahan administratif.

Tuntutan Penyelesaian

Sutan Adil menekankan pentingnya:

  • Evaluasi sistem PDSS untuk mencegah terulangnya masalah serupa
  • Pelatihan operator sekolah dalam penginputan data
  • Koordinasi antara DPR, Kemendikdasmen, dan sekolah untuk solusi cepat

“Ini masalah serius yang berdampak pada masa depan siswa. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” tegasnya.

(BAS/Red)