Prabowo: Bangsa Aman Kalau Kuasai Pangan

Presiden Prabowo Luncurkan 80.081 Koperasi Merah Putih (Sumber: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Luncurkan 80.081 Koperasi Merah Putih (Sumber: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kedaulatan pangan bagi kemerdekaan bangsa. Ia yakin negara merdeka harus mampu produksi makanan sendiri.

Generasi.co, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan penguasaan atas pangan adalah faktor fundamental bagi keberlangsungan dan kedaulatan sebuah negara. Keyakinan itu kembali ia sampaikan dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Menurutnya, kemampuan suatu bangsa dalam mengelola dan memproduksi kebutuhan pangannya sendiri menjadi jaminan utama bagi stabilitas nasional.

“Sejak lama saya berkeyakinan bahwa apapun yang terjadi, bangsa kita akan aman kalau kita kuasai pangan kita. Kalau kita bisa amankan pangan kita,” ucap Prabowo.

Ia menyampaikan komitmennya untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses makanan secara rutin—tanpa jeda dan tanpa kekurangan.

“Kita bisa jamin bahwa kita bisa beri makan kepada rakyat kita. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun,” tegasnya.

Pangan, Kunci Kemerdekaan dan Kedaulatan

Prabowo juga menyinggung aspek sejarah dan logika dasar dari kemerdekaan suatu negara. Ia menyatakan tidak ada bangsa dalam sejarah yang dapat berdiri tegak jika tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

“Saya tidak pernah percaya bahwa suatu bangsa bisa merdeka kalau dia tidak bisa produksi pangannya sendiri. Tidak ada dalam sejarah manusia. It does not happen, it will not happen,” tandasnya.

Baginya, produksi pangan bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi merupakan isu strategis yang berkaitan langsung dengan kedaulatan nasional.

“Tidak ada negara yang merdeka berdaulat tanpa dia produksi makannya sendiri. Karena itu produksi pangan bagi saya adalah strategis,” tegas Prabowo.

Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan pemerintahan Prabowo yang akan menempatkan ketahanan dan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

(BAS/Red)