Pemerintah menegaskan tak ada razia bendera One Piece dan menghormati kritik, asalkan tak dibenturkan dengan simbol negara seperti bendera Merah Putih.
Generasi.co, Jakarta – Menanggapi isu soal adanya razia terhadap pengibaran bendera One Piece, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada tindakan penyisiran atau penertiban yang dilakukan aparat keamanan terkait hal tersebut.
“Enggak ada itu (razia),” kata Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (8/8/2025).
Ia menyatakan pemerintah menghormati kebebasan masyarakat dalam berekspresi, termasuk dalam bentuk simbol seperti bendera One Piece, selama tidak melanggar norma atau hukum yang berlaku. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dan sah, mengingat masih banyak tantangan yang harus diatasi oleh negara.
Namun, Prasetyo memberikan catatan penting terkait penggunaan bendera tersebut jika sampai disandingkan atau dibandingkan secara negatif dengan bendera Merah Putih, simbol resmi kedaulatan Indonesia.
“Kalaupun ada yang sampai ke sana ya, pelarangan atau tindakan apapun itu bagi pihak-pihak yang tadi, membentur-benturkan itu dengan, misalnya ya, menghasut dalam tanda kutip ya, untuk lebih baik mengibarkan bendera ini daripada bendera Merah Putih. Itu kan enggak benar gitu, enggak boleh seperti itu,” tegasnya.
Prasetyo menekankan semangat kemerdekaan harus tetap dijaga dan disemarakkan. Untuk itu, pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan positif dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI.
Ia menyebut kerja sama lintas elemen, mulai dari RT, RW, camat, Babinsa, bhabinkamtibmas, hingga kepala daerah, akan terus ditingkatkan untuk menyelenggarakan beragam aktivitas seperti lomba, gotong royong, hingga pemasangan atribut kemerdekaan.
(BAS/Red)










