Kredit Kendaraan Listrik BCA Meroket 53 Persen, Pembiayaan Hijau Tembus Rp113 T

Kantor BCA/BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, terutama pada segmen pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance). Bank swasta terbesar di Indonesia ini mencatat total portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp255 triliun.

Angka tersebut tumbuh 11,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp220 triliun.

Dari total tersebut, porsi pembiayaan hijau (green financing) menembus Rp113 triliun, tumbuh 14,5 persen yoy. Sementara itu, pembiayaan untuk sektor UMKM yang masuk dalam kategori berkelanjutan tercatat naik 9,6 persen menjadi Rp142 triliun.

Secara spesifik, BCA mencatat lonjakan signifikan pada pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle) yang meroket 53,8 persen menjadi Rp3,6 triliun. Selain itu, pembiayaan untuk energi terbarukan mencapai Rp6,2 triliun dengan kapasitas setara 323 mega watt (MW).

Total Kredit Nyaris Tembus Rp1.000 Triliun

Secara konsolidasi, total penyaluran kredit BCA hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp993 triliun, atau tumbuh 7,7 persen yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit usaha yang naik 9,9 persen menjadi Rp756,5 triliun.

Di segmen konsumer, BCA membukukan outstanding sebesar Rp224,1 triliun. Rinciannya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menyumbang Rp142,3 triliun, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun, dan pinjaman lainnya (kartu kredit) tumbuh 9,8 persen menjadi Rp25,2 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan bahwa kinerja solid ini didorong oleh berbagai inisiatif strategis dan gelaran acara promosi sepanjang tahun.

“Sepanjang tahun lalu, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA. Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA,” ujar Hendra dalam konferensi pers, Selasa (27/1).

Kualitas Aset Terjaga

Pertumbuhan kredit BCA juga diiringi dengan perbaikan kualitas aset. Rasio Loan at Risk (LAR) turun menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 5,3 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) terjaga stabil di level 1,7 persen dengan pencadangan yang memadai.

Sebagai tambahan, sejak Oktober 2025, BCA juga mulai menyalurkan KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk mendukung program perumahan nasional.