Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah mengantongi bukti kuat terkait keterlibatan “kekuatan asing” di balik sejumlah aksi demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi di Indonesia.
Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo di hadapan ribuan kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Prabowo meyakini ada kelompok-kelompok tertentu yang dimanfaatkan oleh pihak luar untuk memicu instabilitas nasional.
“Jadi kelompok-kelompok ini, sadar atau tidak sadar, saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing. Yakin saya, yakin saya, dan saya punya bukti,” ucap Prabowo.
Boleh Demo, Dilarang Rusuh
Kepala Negara menegaskan bahwa dalam alam demokrasi, ia tidak melarang masyarakat untuk menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa. Namun, ia memperingatkan bahwa ada pihak yang menunggangi aksi tersebut dengan tujuan menciptakan kekacauan, bukan sekadar menyampaikan aspirasi.
“Sedikit-sedikit mau demo. Demo boleh, tapi dia (kekuatan asing) tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan. Kerusuhan mencelakakan bangsa dan negara,” tegasnya.
Mantan Menteri Pertahanan ini juga menyoroti taktik kekerasan seperti pembakaran dan penggunaan bom molotov. Ia memastikan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah hukum tegas terhadap tindakan kriminal tersebut.
Prabowo juga menyentil bahwa aksi turun ke jalan secara terus-menerus tidak akan serta-merta menyelesaikan masalah ekonomi riil.
“Kalau demo, silakan. Tapi bagaimana mau demo, kamu 5 ribu kali demo, tidak akan ada satu pabrik dibuka,” sindirnya.
Refleksi Kerusuhan Agustus 2025
Peringatan keras Presiden ini berlatar belakang pada peristiwa demonstrasi besar-besaran yang melanda Jakarta dan sejumlah daerah pada akhir Agustus 2025 lalu.
Kala itu, gelombang protes dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap himpitan ekonomi dan kebijakan kontroversial terkait tunjangan perumahan anggota DPR RI.
Aksi yang berlangsung selama beberapa hari tersebut berujung ricuh. Berdasarkan data, tercatat sebanyak 3.195 orang ditangkap aparat keamanan sepanjang periode 25-31 Agustus 2025 akibat kerusuhan tersebut.










